NUSA TENGGARA TIMUR — Sebanyak 70 orang meninggal dunia dan 11.925 rumah rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8) dini hari.
Data Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB dalam pembaruan per Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB mencatat, selain korban meninggal, sebanyak 1.182 orang mengalami luka-luka.
Gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB itu juga menyebabkan 40.040 orang mengungsi dan 16.411 kepala keluarga terdampak. Dampak bencana tercatat meluas ke tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota.
Kerusakan rumah terdiri atas 5.516 unit rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. BNPB mencatat 663 fasilitas pendidikan, 182 fasilitas kesehatan, 173 rumah ibadah, 184 kantor pemerintahan, 49 fasilitas ibadah lainnya, tujuh fasilitas irigasi, 39 titik jalan, tiga jembatan, satu gudang logistik, dan satu pasar terdampak.
Penanganan Darurat
Pasca gempa, BNPB bersama kementerian terkait melanjutkan penanganan darurat dengan fokus pada pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan logistik dan pengungsian, serta pengerahan personel gabungan.
Pemerintah pusat membentuk Pos Pendampingan Utama (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere. Basarnas juga mengoordinasikan pencarian dan pertolongan terhadap warga terdampak yang belum ditemukan.
Dukungan logistik disiapkan melalui posko di sejumlah lokasi, termasuk Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman di Ende dan Bandar Udara Frans Seda di Maumere.
Kementerian Kesehatan mengirim bantuan obat-obatan dan peralatan medis serta memobilisasi dua tim manajemen kesehatan dan Emergency Medical Team ke Sikka dan Ende.
Di sektor infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional melakukan pemulihan jalan dan jembatan yang terdampak. BNPB juga mencatat pengerahan alat berat berupa excavator, loader, drilling rig, dan truck crane ke sejumlah titik.
Pemulihan jaringan listrik menjadi bagian lain dari penanganan. BNPB mencatat pemulihan listrik di Flores bagian timur dan barat terus dilakukan, dengan sebagian besar gardu induk dan pelanggan telah kembali memperoleh layanan.
Dukungan udara juga dikerahkan untuk memperkuat penanganan darurat, termasuk helikopter, pesawat, dan armada laut.
BNPB menyatakan penanganan pascagempa masih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus percepatan pemulihan akses, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar.
Baca Juga: Kepala BNPB Instruksikan Delapan Langkah Tangani Gempa Flores
Editor: Redaksi Interkni.co




