Maulid Nabi 1448 H, Alkhairaat Resmikan Pesantren Putri di Tarakan

TARAKAN — Alkhairaat meresmikan Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Kota Tarakan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kamis, 17 September 2026. Ketua Utama Alkhairaat Sayyid Alwi bin Saggaf bin Muhammad Aljufri, M.A., meresmikan pesantren itu di kompleks pondok pesantren tersebut.
Mengusung tema “Meneladani Kegigihan Rasulullah, Membangun Generasi yang Unggul, Kreatif dan Berakhlakul Karimah,” peringatan Maulid dimulai pukul 08.00 WITA.
Dalam tausiahnya, Sayyid Alwi mengajak jamaah menjadikan Maulid bukan sekadar peringatan kelahiran Rasulullah SAW, melainkan momentum meneladani akhlak dan perjuangannya.
Menurut dia, Rasulullah SAW membawa keimanan untuk menghapus kemusyrikan, cahaya untuk menghapus kegelapan, serta kebenaran untuk menghapus kebatilan.
“Untuk itu kita hadir di sini memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlak beliau, sebab beliau adalah yang meletakkan sebuah peradaban manusia,” kata Sayyid Alwi.
Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Kota Tarakan kemudian diresmikan Sayyid Alwi. Peresmian ditandai dengan ucapan basmalah.
Menyiapkan Ulama dan Imam
Pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat Tanjung Selor, Drs. Sayyid Muthahar Al-Jufri, mengatakan pesantren putri di Tarakan merupakan pondok pesantren ke-12 yang dimiliki Alkhairaat di Kalimantan Utara.
Alkhairaat, kata dia, kini memiliki 37 madrasah di Kalimantan Utara. Lembaga pendidikan Alkhairaat telah hadir di wilayah tersebut sejak 1940, sedangkan di Tarakan berdiri pada 1968.
“Di Tarakan ini Alkhairaat berdiri tahun 1968, yang saat itu ketua komdanya Haji Umar Alamri. Jadi sudah lama Alkhairaat di Tarakan ini. Tetapi pondok pesantren baru tahun ini,” ujar Sayyid Muthahar.
Menurut dia, pendirian pesantren didorong kebutuhan terhadap ulama, kiai dan imam yang dapat berperan dalam kehidupan keagamaan masyarakat, termasuk memimpin kegiatan keagamaan di masjid.
“Untuk itu kebutuhan ini Alkhairaat mendirikan pondok pesantren dalam hal menjaga negeri ini agar negeri kita selamat,” katanya.
Ilmu dan Akhlak
Sayyid Muthahar juga menekankan pentingnya pendidikan yang tidak berhenti pada penguasaan ilmu pengetahuan. Menurut dia, generasi muda perlu dibekali akhlak serta hubungan dan penghormatan kepada orang tua.
Gagasan itu sejalan dengan pesan Maulid Nabi yang menempatkan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari pembentukan kehidupan yang berlandaskan ilmu dan akhlak.
Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Tarakan menjadi bagian dari pengembangan pendidikan Alkhairaat di Tarakan dengan penekanan pada ilmu dan akhlak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Wali Kota Tarakan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aliyas, S.KM., M.Kes.
Hadir pula Ketua Pondok Pesantren Alkhairaat Kota Tarakan Dr. Sayyid Ahmad bin Muthahar Aljufri, Lc., para habaib dan tokoh Alkhairaat, di antaranya Habib Zubair bin Mukhsin Aljufri, Habib Muhammad Saqaf Aljufri, Habib Utsman selaku Komda Alkhairaat Kota Tarakan, Habib Syarif Al’Mahdali, Kapolsek Tarakan Utara, Ustaz Marzuk, para guru madrasah, ustaz dan ustazah serta undangan lainnya.
Penulis: ss/in
Editor: Redaksi Interkini.co




