Anwar Hafid Minta Kampus Hasilkan Riset untuk Kebijakan Daerah

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta perguruan tinggi menghasilkan riset yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah daerah. Menurut dia, kampus perlu mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan pembangunan melalui inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Anwar saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu bertema Kampus Berdampak untuk Sulteng Nambaso: Inovasi, Riset, dan Pengabdian dalam Mendukung Transformasi Daerah di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu.
Anwar menilai pembangunan daerah tidak cukup bertumpu pada infrastruktur. Pemerintah, kata dia, membutuhkan dukungan hasil riset yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat agar kebijakan yang disusun lebih tepat sasaran.
Karena itu, ia mengusulkan setiap perguruan tinggi memiliki desa binaan dan mengarahkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk melakukan needs assessment atau pemetaan kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Mahasiswa harus hadir mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Dari situlah lahir rekomendasi yang benar-benar dibutuhkan daerah,” kata Anwar.
Ia menjelaskan, visi Sulteng Nambaso lahir dari kajian pemerintah terhadap persoalan pembangunan manusia, terutama masih rendahnya angka partisipasi pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Anwar berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi semakin diperkuat sehingga riset kampus tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan dan percepatan pembangunan Sulawesi Tengah.
Penulis: A6/In
Editor: Redaksi Interkini.co




