https://interkini.co/interkini-peduli-gempa-sulteng/
Artikel TrendingDaerahHeadline

Bupati Sigi Tegur Panitia Paripurna: Mengapa Tokoh Pemekaran Tak Diundang?

SIGI – Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menegur panitia pelaksana Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-18 Kabupaten Sigi setelah tidak melihat kehadiran tokoh-tokoh pemekaran, camat, kepala desa, hingga unsur adat dalam agenda yang digelar di Ruang Sidang DPRD Sigi, Senin (22/6/2026).

Kritik itu disampaikan langsung Bupati saat memberikan sambutan di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta tamu undangan yang hadir.

Meski mengawali sambutannya dengan apresiasi terhadap DPRD Kabupaten Sigi yang untuk pertama kalinya menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan hari jadi daerah, Rizal menilai pelaksanaan kegiatan tersebut belum melibatkan seluruh unsur penting yang memiliki peran dalam sejarah dan pembangunan Kabupaten Sigi.

“Saya sangat senang hari ini. Ada inovasi dan ide melaksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka hari ulang tahun Kabupaten Sigi. Sepuluh tahun saya menjadi Ketua DPRD, tidak pernah ada acara seperti ini. Kalau bagus saya bilang bagus dan saya apresiasi,” ujar Rizal.

Namun di balik apresiasi tersebut, Bupati menyampaikan sejumlah catatan. Ia mempertanyakan tidak hadirnya camat dan kepala desa yang sebelumnya disebut dalam susunan undangan rapat.

Menurutnya, forum paripurna hari jadi merupakan ruang resmi untuk menyampaikan capaian pembangunan daerah sehingga seharusnya dihadiri para pemangku kepentingan hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Acara ini sangat penting agar seluruh masyarakat tahu apa yang sudah dilakukan pemerintah sebelumnya dan apa yang dilakukan pemerintah sekarang,” katanya.

Rizal juga menyoroti tidak adanya tokoh-tokoh pemekaran Kabupaten Sigi yang hadir dalam momentum peringatan 18 tahun daerah tersebut. Padahal, menurutnya, mereka merupakan bagian penting dari sejarah lahirnya Kabupaten Sigi.

“Tadi dibacakan ada camat dan kepala desa, tetapi tidak ada di sini. Kenapa tidak dikoordinasikan? Tidak ada satu pun tokoh pemekaran hadir hari ini. Mohon maaf, saya koreksi. Kalau bikin acara jangan salah-salah,” tegasnya.

Bupati menilai seluruh elemen yang memiliki kepentingan terhadap daerah harus dilibatkan dalam kegiatan yang bersifat strategis, termasuk para tokoh adat dan pihak-pihak yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Sigi.

Ia mengingatkan bahwa kurangnya keterlibatan para pemangku kepentingan dapat memunculkan kesalahpahaman terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah.

“Semua elemen yang memiliki peran dalam pembangunan daerah perlu hadir dalam kegiatan seperti ini. Tujuannya agar informasi yang disampaikan pemerintah dapat dipahami secara menyeluruh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Rizal bahkan menyinggung posisi camat yang menurutnya kerap menjadi sasaran kritik di tengah masyarakat, namun tidak memperoleh ruang yang cukup untuk memahami langsung arah kebijakan pemerintah daerah.

“Karena camat kita ini terlalu banyak digoreng-goreng sampai hangus. Padahal di sinilah tempat yang resmi, di hadapan rapat paripurna istimewa yang sangat luar biasa ini,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan dalam rapat paripurna yang digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-18 Kabupaten Sigi. Kritik Bupati sekaligus menjadi evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan seremonial daerah agar ke depan mampu melibatkan seluruh unsur strategis yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan pembangunan Kabupaten Sigi.

Sementara itu, hingga rapat paripurna berakhir belum ada tanggapan resmi dari panitia pelaksana terkait kritik yang disampaikan Bupati mengenai absennya sejumlah pihak dalam agenda tersebut.

Baca Juga: Hari Jadi ke-18 Kabupaten Sigi, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Menuju Daerah Maju dan Berdaya Saing

Penulis: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.