Editorial

Editorial: Pemulihan yang Belum Selesai di Huntap Bangga

INTERKINI.CO – Pembangunan hunian tetap pascabencana semestinya menjadi simbol berakhirnya penderitaan warga terdampak. Rumah dibangun, kawasan ditata, dan kehidupan diharapkan kembali berjalan. Namun kenyataan di Huntap Bangga, Kabupaten Sigi, menunjukkan bahwa pemulihan tidak berhenti pada berdirinya bangunan.

Krisis air bersih yang masih dialami warga huntap memperlihatkan satu persoalan mendasar: pemulihan pascabencana belum sepenuhnya tuntas.

Dalam rapat Pansus II DPRD Sigi, Kepala BPBD Sigi Henri Kusuma Rombe mengungkapkan bahwa hingga kini BPBD masih menyuplai air bersih ke sejumlah blok huntap. Bahkan di Blok E, disebut hanya dua warga yang masih bertahan tinggal karena kesulitan air.

Pernyataan itu penting dibaca bukan sekadar sebagai laporan teknis, tetapi sebagai gambaran nyata tentang tantangan pemulihan di lapangan.

Hunian tetap dibangun untuk memberi rasa aman dan kepastian hidup bagi penyintas bencana. Namun rumah tanpa akses air bersih pada akhirnya belum sepenuhnya menghadirkan kehidupan yang layak.

Di sinilah persoalannya menjadi lebih besar dari sekadar infrastruktur.

Air bersih bukan pelengkap pembangunan. Ia adalah kebutuhan dasar. Ketika warga harus bertahan dengan suplai air dari BPBD dalam fase yang disebut sudah melewati tanggap darurat, maka publik patut bertanya: sejauh mana proses pemulihan benar-benar telah selesai?

Yang menarik, forum pansus kali ini memperlihatkan bahwa persoalan tersebut mulai masuk ke ruang evaluasi kebijakan. DPRD tidak lagi hanya membahas angka capaian dalam dokumen LKPJ, tetapi mulai mendengar langsung kenyataan di lapangan.

Respons anggota DPRD yang meminta adanya rekomendasi khusus untuk BPBD menunjukkan bahwa pembahasan LKPJ tahun ini bergerak ke arah yang lebih substantif. Tidak berhenti pada administrasi, tetapi menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Ini perkembangan penting.

Sebab terlalu sering laporan pembangunan berhenti pada angka “terealisasi” dan “100 persen”, sementara persoalan dasar warga masih berlangsung diam-diam di lapangan.

Kasus Huntap Bangga mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana adalah pekerjaan panjang. Ia tidak selesai hanya dengan membangun rumah, meresmikan proyek, atau menutup fase tanggap darurat.

Pemulihan sesungguhnya baru dapat disebut berhasil ketika warga dapat hidup layak, aman, dan memiliki akses terhadap kebutuhan dasar tanpa bergantung pada bantuan darurat yang berkepanjangan.

Karena itu, persoalan air bersih di huntap tidak boleh dipandang sebagai keluhan sesaat. Ia harus dibaca sebagai alarm bahwa proses pemulihan masih membutuhkan perhatian serius lintas sektor.

Dan mungkin inilah pesan paling penting dari pembahasan pansus kali ini: di balik laporan dan capaian, masih ada warga yang menunggu pemulihan benar-benar hadir dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Redaksi Interkini.co

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.