BerandaDaerahLintas Kaltara

BAZNAS Tarakan Resmi Dilantik, Syamsi Sarman Emban Amanah Baru

INTERKINI.CO, TARAKAN — Pengelolaan zakat di daerah tak sekadar soal menghimpun dana, melainkan juga membangun kepercayaan publik. Hal itu menjadi pesan yang mengemuka dalam pelantikan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tarakan periode 2026–2030, Rabu, 1 April 2026.

Bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota, pelantikan yang dimulai pukul 14.00 WITA itu berlangsung khidmat. Sekitar 200 undangan hadir, mulai dari unsur pemerintah daerah hingga organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta jaringan lembaga zakat dan pengurus masjid se-Kota Tarakan.

Wali Kota Tarakan Khairul secara resmi melantik jajaran pengurus baru. Dalam struktur kepemimpinan tersebut, Syamsi Sarman dipercaya sebagai ketua, didampingi KH Abdul Samad sebagai wakil ketua I serta KH Anas, Salman, dan Hanip Matiksan sebagai pimpinan.

Bagi Syamsi, jabatan ini bukan sekadar posisi administratif. Ia menyebutnya sebagai amanah yang menuntut konsistensi sekaligus integritas, terlebih dengan pengalaman panjangnya di bidang pengelolaan zakat.

“Pengalaman hampir dua dekade ini menjadi bekal, tapi tantangannya ke depan tentu berbeda. Yang paling penting adalah menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Syamsi usai pelantikan.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan di tubuh BAZNAS Tarakan akan dijalankan secara kolektif-kolegial. Artinya, arah kebijakan dan capaian tidak bertumpu pada satu figur, melainkan hasil kerja bersama seluruh pimpinan.

Model kepemimpinan bergilir yang direncanakan setiap tahun, menurut dia, juga merupakan bagian dari kesepakatan internal. Skema ini dinilai bisa memperkuat rasa kepemilikan bersama dalam organisasi, meski tetap akan diselaraskan dengan kebijakan Badan Amil Zakat Nasional di tingkat pusat.

Di sisi lain, Syamsi menyoroti pentingnya membangun ekosistem zakat yang inklusif. Ia menegaskan bahwa BAZNAS tidak berdiri sebagai satu-satunya kanal penyaluran, melainkan sebagai koordinator yang membuka ruang kolaborasi.

“Masyarakat tetap punya pilihan. Justru dengan banyaknya lembaga, kepercayaan itu bisa tumbuh kalau semuanya berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia optimistis komposisi kepengurusan yang berasal dari beragam latar belakang organisasi keislaman dapat memperkuat legitimasi sekaligus memperluas jangkauan penghimpunan zakat di Tarakan.

Sementara itu, Wali Kota Khairul mengingatkan bahwa peran BAZNAS tidak berhenti pada pengumpulan dana, tetapi juga menyangkut dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai potensi zakat masih sangat besar untuk membantu mengurangi kesenjangan sosial dan kemiskinan.

“Yang dibutuhkan bukan hanya program, tetapi program yang tepat sasaran dan bisa dirasakan langsung manfaatnya,” kata Khairul.

Ia juga mengapresiasi kinerja pengurus sebelumnya seraya berharap kepengurusan baru mampu membawa pendekatan yang lebih profesional dan inovatif.

Ke depan, pemerintah kota mendorong sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS, organisasi keagamaan, dan masyarakat luas. Dengan begitu, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.