86 Tenaga Kesehatan Disiagakan, Ini Strategi Layanan Medis Haul Guru Tua ke-58
INTERKINI.CO, PALU — Pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi ribuan jemaah, tetapi juga membutuhkan kesiapan layanan kesehatan yang matang.
Koordinator Kesehatan Haul Guru Tua ke-58, Dr. apt. Elfia Alhasni, M.Si, mengatakan tim kesehatan telah melakukan persiapan sejak jauh hari, bahkan sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak awal Februari, sejak kepanitiaan terbentuk. Saat ini tim kesehatan berjumlah sekitar 86 orang yang berasal dari berbagai unsur,” ujarnya saat dikonfirmasi di lantai satu Gedung PB Alkhairaat, Palu.
Tim tersebut terdiri dari tenaga kesehatan lintas institusi, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga institusi pendidikan dan unsur pendukung lainnya.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Layanan kesehatan dalam haul tahun ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya rumah sakit rujukan seperti RSUD Undata, RSUD Madani, RS Alkhairaat, serta dukungan dari FK UNISA.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Palu juga turut mengerahkan tenaga dari sejumlah puskesmas, PSC (Public Safety Center), hingga UPT Laboratorium Kesehatan Daerah.
Dukungan juga datang dari unsur kepolisian melalui Bidokkes Bhayangkara serta TNI dari Kodam XIII/Merdeka yang turut memperkuat layanan medis di lapangan.
Secara keseluruhan, tim kesehatan dibagi ke dalam beberapa titik layanan yang disesuaikan dengan rangkaian kegiatan, mulai dari Festival Raudhah, Rauhah, hingga puncak haul pada 1 April 2026.
Empat Posko dan Tim Mobile
Untuk menjangkau seluruh area kegiatan, sedikitnya empat posko kesehatan disiapkan, dilengkapi dengan tim mobile yang bergerak sesuai kebutuhan di lapangan.
Pada hari puncak, distribusi layanan kesehatan akan diperkuat dengan penempatan tenaga medis di berbagai titik strategis, termasuk di area tenda utama, sekitar masjid, hingga posko utama di belakang Gedung PB Alkhairaat.
Selain itu, ambulans siaga juga ditempatkan di beberapa titik untuk mengantisipasi kondisi darurat, termasuk di kawasan Masjid Alkausar.
Menariknya, layanan kesehatan ini juga didukung oleh mahasiswa kesehatan dari Fakultas Kedokteran UNISA yang akan menurunkan sekitar 40 relawan, terbagi dalam beberapa kelompok untuk memperkuat pelayanan di lapangan.
Layanan Gratis dan Imbauan Kesehatan
Selain penanganan medis, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh UPT Labkesda Provinsi mulai 31 Maret hingga 1 April 2026.
Layanan ini diharapkan dapat membantu jemaah memantau kondisi kesehatannya sebelum mengikuti rangkaian kegiatan.
Elfia juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi tubuh selama mengikuti haul.
“Kami berharap semua tim tetap sehat agar bisa memberikan pelayanan terbaik. Untuk jemaah, sebaiknya sarapan sebelum datang, serta menghindari minuman bersoda atau yang dapat memicu asam lambung,” ujarnya.
Di tengah padatnya aktivitas dan jumlah jemaah yang terus meningkat, kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian Haul Guru Tua ke-58 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Pewarta: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co




