BerandaDaerahLintas Sulteng

157 Siswa Diduga Keracunan Menu MBG di Banggai Kepulauan

INTERKINI.CO, BANGGAI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan serius setelah sebanyak 157 siswa di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG yang disalurkan di sekolah pada Rabu (17/9).

Menanggapi peristiwa ini, Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn., menyampaikan kecaman keras. Menurutnya, kasus berulang yang menimpa ratusan siswa tidak boleh terjadi jika pelaksana program MBG menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

“Semangat Bapak Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program MBG justru terhambat oleh pelaksanaan yang mengabaikan kualitas menu. Ini sangat disayangkan,” tegas Andhika dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/9).

Sebagai perwakilan masyarakat Sulawesi Tengah di Senayan, Andhika menegaskan tiga sikap penting:

  1. Mendesak evaluasi total terhadap pengelola MBG di Banggai Kepulauan, mulai dari vendor, pengelola dapur, hingga rantai distribusi. Jika terbukti lalai, harus ditindak tegas.

  2. Meminta investigasi mendalam oleh pemerintah daerah bersama kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan massal ini.

  3. Mendorong pengawasan ketat oleh pemerintah daerah dan sekolah terhadap seluruh proses penyediaan serta distribusi menu MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Lebih lanjut, Andhika menegaskan bahwa visi Presiden untuk mewujudkan generasi emas di Banggai Kepulauan harus ditopang dengan program yang dikelola secara bertanggung jawab dan aman bagi peserta didik.

“Peristiwa semacam ini tidak boleh terjadi lagi. MBG seharusnya menjadi investasi masa depan anak-anak kita, bukan ancaman bagi kesehatan mereka,” pungkasnya.

(a6.bd)

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.