KomunitasKomunitas LokalPemuda & Relawan

MAPALA: Bukan Tentang Kuasa, Tapi Tentang Nilai dan Kebersamaan

INTERKINI.CO – Dalam setiap organisasi, selalu ada dua hal yang berjalan beriringan: semangat dan ujian. Begitu pula di tubuh MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) organisasi yang sejatinya lahir dari semangat persaudaraan, cinta alam, dan kemanusiaan.

Namun di balik idealisme itu, terkadang muncul penyakit yang diam-diam menggerogoti: ego, ambisi pribadi, dan haus pengaruh.

Padahal, sejak awal MAPALA berdiri bukan untuk menjadi wadah segelintir orang yang ingin berkuasa. MAPALA adalah tempat belajar tentang ketulusan, tanggung jawab, dan arti kebersamaan. Tempat di mana karakter ditempa, bukan dikultuskan. Tempat di mana setiap keputusan seharusnya lahir dari musyawarah, bukan dari “hak veto” atau kepentingan pribadi.

Ketua: Pemegang Amanah, Bukan Pemegang Kuasa

Dalam struktur organisasi, ketua memang memegang peran penting. Namun kedudukannya bukan sebagai penguasa tunggal, melainkan pengemban amanah yang harus menuntun, bukan menekan.

Ketua sejati adalah mereka yang memimpin dengan teladan, bukan dengan suara keras.
Ia berdiri di depan saat bertanggung jawab, di tengah saat bermusyawarah, dan di belakang saat memberikan ruang bagi anggota untuk tumbuh.

Kekuatan seorang ketua tidak diukur dari seberapa banyak ia bisa memerintah,
tetapi dari seberapa besar ia bisa mendengarkan.

Senior: Penjaga Nilai, Bukan Pengendali Arah

Senior memiliki peran besar dalam menjaga napas organisasi. Mereka adalah saksi sejarah, penjaga nilai, dan penerang jalan bagi generasi setelahnya.

Namun, penting diingat: senior bukan pengendali arah organisasi. Peran mereka adalah menuntun, bukan memaksa. Mendorong generasi muda untuk berani berpikir dan bertindak, bukan membuat mereka takut berbuat salah.

Senior sejati hadir bukan untuk mencari hormat, tetapi untuk memberi makna.

Anggota: Akar yang Menopang

Anggota adalah fondasi utama organisasi. Merekalah yang turun ke lapangan, melaksanakan kegiatan, dan menjadi wajah nyata MAPALA di masyarakat. Tanpa anggota yang aktif dan solid, organisasi hanya tinggal nama.

Dari anggota lah lahir calon-calon pemimpin. Mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan solidaritas nilai-nilai yang menjadi inti dari setiap perjalanan di alam bebas.

Penyakit Organisasi yang Harus Dihilangkan

Namun, ketika semangat kebersamaan mulai digantikan oleh ego, ketika musyawarah dikalahkan oleh kehendak pribadi, maka di situlah penyakit organisasi mulai tumbuh.

Sikap merasa paling benar, ingin selalu berkuasa, menolak kritik, dan mengabaikan keputusan bersama adalah racun yang perlahan tapi pasti merusak tubuh organisasi dari dalam.

Orang yang menjadikan organisasi sebagai alat untuk mencari pengaruh atau mempertahankan gengsi pribadi sejatinya sedang mengkhianati nilai-nilai dasar MAPALA itu sendiri.

Karena MAPALA bukan tempat bagi mereka yang haus pengakuan, melainkan bagi mereka yang siap mengabdi untuk nilai.

“Sekali ego menguasai organisasi, maka perpecahan hanya tinggal menunggu waktu.”

MAPALA harus tetap berdiri di atas semangat musyawarah, kejujuran, dan kesetaraan.
Bersihkan organisasi dari mereka yang menjadikan nama MAPALA sebagai tameng kepentingan pribadi. Pertahankan MAPALA sebagai ruang belajar bersama tempat karakter ditempa dan kebersamaan dijaga.

Menjaga Nyala Nilai

MAPALA bukan tentang siapa yang paling kuat, paling lama, atau paling berpengaruh.
MAPALA adalah tentang siapa yang paling setia menjaga nilai.

Menjadi bagian dari MAPALA berarti berani menundukkan ego, mendengar suara sesama, dan berjalan bersama untuk tujuan yang lebih besar dari diri sendiri.

Karena di alam, kita belajar satu hal yang pasti: bertahan hanya bisa dilakukan bersama, bukan sendiri.

Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis yang dimuat di rubrik Komunitas sebagai bentuk refleksi dan pandangan umum terhadap dinamika organisasi. Isi tulisan tidak mewakili pandangan redaksi.

Penulis: Mohamad Gasalele
Rubrik: Komunitas 
Editor: Redaksi INTERKINI.CO

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.