BerandaDaerahLintas Sulteng

Dinas P2KB Sigi Perkuat Edukasi Pasca Persalin untuk Cegah Kematian Ibu dan Anak

INTERKINI.CO, SIGI — Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Sigi, Riadin, S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa misi utama dinasnya adalah menekan angka kelahiran serta kematian ibu dan anak melalui program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB). Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Riadin menekankan, program KB pasca persalin menjadi salah satu indikator keberhasilan dinas. Pada 2025, sebanyak 2.688 ibu pasca melahirkan mengikuti program KB, sehingga Kabupaten Sigi menerima penghargaan tingkat nasional. “Kami memberikan edukasi agar ibu dapat mengatur jarak kehamilan. Strategi ini penting untuk menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan risiko stunting,” ujar Riadin.

Ia menegaskan, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan bukan menjadi tupoksi dinas KB, melainkan berada di ranah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A). “Fokus kami adalah edukasi penggunaan alat kontrasepsi, pengaturan jarak kehamilan, serta pencegahan kehamilan di usia terlalu muda atau terlalu tua,” tambahnya.

Menurut Riadin, program Dinas KB Sigi mencakup tiga pilar utama: pengendalian penduduk, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga sejahtera (Bangga Kencana). Layanan dan program yang dijalankan meliputi:

  • Penyediaan kontrasepsi: pil, suntik, implan, IUD, kondom, sterilisasi.

  • Pembinaan ketahanan keluarga: BKB, BKR, BKL, UPPKS, PIK-R.

  • Advokasi pencegahan nikah dini dan stunting: program Genting, Tamasya, Gati, Pelopor Cegah Nikah Dini.

  • Digitalisasi layanan: Ai-Superapps untuk mendorong keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk seimbang.

Seluruh program dijalankan oleh dinas beserta rekan-rekan yang tersebar di balai di 15 kecamatan. Menurut Riadin, kendala terbesar di lapangan adalah memotivasi ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilan di posyandu, meski koordinasi dan pelaporan dilakukan secara rutin melalui rapat internal dinas maupun balai kecamatan.

“Setiap kendala segera kami antisipasi. Meskipun pelaporan dari balai terkadang terlambat, kami tetap memonitor dan menindaklanjuti masalah secepat mungkin,” jelas Riadin.

Ia menekankan, peran penyuluh lapangan sangat krusial. Para penyuluh melakukan edukasi dan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat. Dengan pendekatan ini, dinas berharap angka kematian ibu dan anak dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya keluarga berencana sebagai fondasi keluarga sehat dan masyarakat produktif.

(a6)

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.