Anwar Hafid: Habib Saggaf, Bapak Pembangunan Spiritual Sulteng

INTERKINI.CO, SIGI – Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Sulawesi Tengah dan luar provinsi memadati Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Ahad (13/7/2025), dalam peringatan Haul ke-4 Almarhum Al-Habib Saggaf bin Muhammad bin Idrus bin Salim Aljufri. Kehadiran umat yang begitu besar ini menjadi bukti nyata kecintaan mendalam terhadap sosok ulama besar yang telah mendedikasikan hidupnya bagi pendidikan, dakwah, dan peradaban Islam.
Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, dalam sambutannya mengungkapkan rasa hormat dan kekaguman yang mendalam terhadap Almarhum Habib Saggaf. Menurutnya, Habib Saggaf bukan sekadar ulama, namun juga Bapak Pembangunan Mental, Spiritual, dan Sosial di Sulawesi Tengah.
“Selama 45 tahun memimpin Alkhairaat, beliau tidak hanya membangun ribuan madrasah, puluhan pesantren, rumah sakit, hingga universitas Islam terkemuka. Beliau membangun peradaban,” ungkap Gubernur Anwar Hafid.
Anwar Hafid juga mengenang kedekatannya secara pribadi dengan Habib Saggaf. Ia bercerita bahwa pada 2015, saat menulis buku “Selalu Ada Jalan Keluar: Inspirasi Mengelola Pemerintahan dengan Logika dan Hati”, ia memohon sepucuk surat pandangan dari Almarhum. Dalam surat itu, Habib Saggaf menyebut Anwar Hafid “sangat dekat sebagaimana kedekatan seorang bapak terhadap anaknya.”
“Kata-kata itu mengguncang jiwa saya. Hubungan kami bukan hanya hubungan tokoh dengan murid, tapi lebih dari itu: ada cinta, ada pengawasan spiritual,” kenangnya haru.
Lebih dari sekadar kenangan, Gubernur Anwar Hafid menjadikan warisan nilai-nilai Habib Saggaf sebagai inspirasi dalam kepemimpinannya, termasuk dalam menjalankan program unggulan Berani Cerdas — program beasiswa pendidikan tinggi bagi putra-putri Sulawesi Tengah.
“Ilmu adalah panglima kehidupan. Itulah prinsip Habib Saggaf. Maka program Berani Cerdas hadir sebagai implementasi nyata kecintaan kita terhadap ilmu,” tegas Anwar.
Dalam program ini, Pemprov Sulawesi Tengah telah menerima 80 ribu pendaftar, dengan 47 ribu yang telah lolos verifikasi awal. Gubernur menargetkan 50 ribu penerima beasiswa per tahun, hingga tahun 2029 diproyeksikan sebanyak 250 ribu mahasiswa asal Sulawesi Tengah akan dibiayai kuliahnya, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Sulteng yang gagal kuliah hanya karena keterbatasan biaya,” ujarnya.
Gubernur Anwar Hafid juga menyampaikan rencana besar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai provinsi dengan Wajib Belajar 13 Tahun, mencakup pendidikan PAUD dan madrasah diniyah. Ini akan didorong melalui regulasi dan intervensi anggaran agar pendidikan dini, termasuk yang berbasis keagamaan, mendapat dukungan penuh.
“Dengan semangat para ulama seperti Habib Saggaf, kita tidak boleh lagi membiarkan ada anak yang tertinggal dari pendidikan hanya karena seragam atau biaya sekolah,” tegasnya.
Dalam akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani sosok Habib Saggaf, bukan hanya sebagai tokoh agama, tetapi sebagai ikon peradaban dan ilmu pengetahuan.
“Empat tahun wafat, ribuan orang tetap hadir tanpa mobilisasi, tanpa iming-iming. Ini bukti cinta umat kepada ulama pewaris nabi. Mari kita cintai ilmu sebagaimana beliau mengajarkan: jadikan jabatan sebagai alat untuk mengembangkan ilmu dan membangun peradaban,” tutup Anwar Hafid.
Penulis: Muhammad Gasalele
Editor: Tim Redaksi Interkini.co




