LifestyleTraveling

Menyusuri Budidaya Rumput Laut di Pantai Amal Tarakan

TARAKAN- Hamparan tali budidaya rumput laut yang membentang di perairan Pantai Amal menjadi pemandangan khas yang menyambut pengunjung di kawasan pesisir Tarakan Timur. Aktivitas warga yang berlangsung setiap hari menghadirkan suasana berbeda bagi wisatawan yang datang ke wilayah tersebut.

Di kawasan pesisir Tarakan, budidaya rumput laut tidak hanya menjadi sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Sejak pagi hari, para petani rumput laut berangkat menggunakan perahu kecil menuju lokasi budidaya di laut. Mereka memeriksa tali bentangan, membersihkan gulma, dan memastikan rumput laut tumbuh dengan baik sebelum memasuki masa panen.

Rumput laut jenis Eucheuma cottonii menjadi komoditas utama yang dibudidayakan warga Pantai Amal. Saat panen tiba, halaman rumah warga berubah menjadi tempat penjemuran alami yang dipenuhi hamparan rumput laut berwarna hijau kecokelatan.

Pemandangan aktivitas pesisir tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama laut, tetapi juga dapat melihat langsung kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil budidaya rumput laut.

Tradisi budidaya itu juga memperlihatkan pengetahuan lokal warga dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut. Para petani memahami musim, arus laut, hingga kualitas air sebagai faktor penting yang memengaruhi hasil panen.

Pengetahuan tersebut diperoleh dari pengalaman dan diwariskan antar generasi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Pantai Amal.

Di tengah perkembangan zaman, warga pesisir menghadapi sejumlah tantangan seperti perubahan cuaca ekstrem, pencemaran laut, hingga keterbatasan pengolahan hasil budidaya rumput laut. Meski demikian, tradisi budidaya tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat pesisir Tarakan Timur.

Selain menjadi sumber ekonomi warga, budidaya rumput laut di Pantai Amal kini juga mulai dipandang sebagai potensi wisata berbasis budaya pesisir di Kalimantan Utara. Di tengah aroma laut dan deretan rumput laut yang dijemur di halaman rumah warga, Pantai Amal memperlihatkan bagaimana tradisi pesisir tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Penulis: Tim Traveling Interkini.co
Editor: Redaksi Interkini.co

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.