Artikel TrendingHeadlineSigi Raya

BPBD Sigi Waspadai El Nino, Pertanian dan Irigasi Terancam

SIGI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi memperingatkan ancaman El Nino yang dinilai dapat berdampak terhadap sektor pertanian, irigasi, hingga potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Sigi.

Peringatan itu disampaikan Kepala BPBD Sigi Henri Kusuma Rombe, ST., MT saat agenda klarifikasi capaian LKPJ Kepala Daerah Kabupaten Sigi Tahun Anggaran 2025 di hadapan Pansus II DPRD Sigi, di Aula Kantor DPRD Sigi, 21 April 2026.

Henri mengatakan BPBD mulai melihat tanda-tanda cuaca panas di sejumlah wilayah. Ia mengaku melihat langsung kondisi tersebut saat melintas di Desa Maku menuju Bora dan Maranata.

“Sudah pakai hijab, dia pakai lagi tutup kepala, berarti panas,” ujarnya.

Menurut Henri, informasi dari BMKG dan BRIN juga menunjukkan kemungkinan besar terjadinya El Nino.

“Jangan-jangan itu tanda-tanda El Nino,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi serius karena mayoritas masyarakat Kabupaten Sigi menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Beberapa hari sebelumnya, BPBD Sigi juga mengikuti rapat daring bersama Polres Sigi terkait potensi kebakaran dan asap di sejumlah daerah. Menurut Henri, pembahasan itu berkaitan dengan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran saat musim panas.

“Jadi bagaimana dengan Sigi yang mata pencaharian utamanya adalah bertani?” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Henri meminta DPRD Sigi mendorong program pemeliharaan irigasi dan sistem penyediaan air minum (SPAM) agar tidak terhambat.

Menurut dia, program tersebut penting untuk menjaga sektor pertanian sekaligus membantu masyarakat melalui skema swakelola.

“Mungkin skemanya bisa swakelola sambil memperbaiki infrastruktur juga bisa memberikan penghasilan tambahan ke masyarakat,” katanya.

Henri Kusuma Rombe bahkan menilai Kabupaten Sigi belum sepenuhnya pulih dari bencana 2018.

“Indikasinya sektor pertanian kita turun terus, padahal itulah andalan sektor kita,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi irigasi dan Bendungan Gumbasa yang belum sepenuhnya pulih menjadi salah satu penyebab sektor pertanian terus mengalami penurunan, sementara ancaman El Nino mulai muncul di wilayah tersebut.

Baca Juga: Warga Jono Oge Sewa Ekskavator, BPBD Sigi Soroti Pemulihan

Penulis: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.