Simulasi K3 Untad, Personel SAR Palu Jadi Narasumber
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat, mulai dari kebencanaan hingga keselamatan kerja.
INTERKINI.CO, PALU — Simulasi K3 Untad menghadirkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu sebagai narasumber dalam kegiatan kebencanaan dan keselamatan kerja di Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Senin, 6 April 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional ini diikuti oleh mahasiswa dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya terkait kebencanaan dan keselamatan kerja.
Dalam kegiatan tersebut, personel SAR memberikan materi dasar mengenai Search and Rescue (SAR) serta praktik langsung melalui simulasi di lapangan. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar penanganan darurat, evakuasi korban, serta langkah-langkah menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi pemberian materi SAR, simulasi kebencanaan, serta simulasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa.
Salah satu instruktur, Arifuddin, mengatakan kegiatan ini penting untuk memberikan pemahaman dasar kepada mahasiswa dalam menghadapi kondisi darurat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan gambaran kepada peserta tentang bagaimana langkah awal dalam penanganan bencana, serta mampu menjaga keselamatan diri dan orang lain saat berada dalam situasi darurat,” ujarnya.
Menurut dia, melalui Simulasi K3 Untad, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat menjadi bekal saat menghadapi situasi nyata di lapangan.
Kegiatan simulasi kebencanaan dan K3 dinilai penting di lingkungan kampus, terutama bagi mahasiswa yang berpotensi menghadapi risiko dalam aktivitas akademik maupun di masyarakat. Pemahaman terkait keselamatan kerja, pertolongan pertama, serta kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan sejak dini.
Melalui Simulasi K3 Untad, peserta diharapkan mampu memahami langkah-langkah dasar penanganan kondisi darurat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Redaksi Interkini.co




