Evakuasi Nelayan Hilang di Sulawesi Tengah, Tim SAR Turunkan Peralatan Lengkap
INTERKINI.CO, PARIGI MOUTONG – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang hilang di perairan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, masih berlangsung Rabu pagi, 21 Januari 2026. Korban, Syamun, laki-laki berusia 36 tahun, belum kembali ke darat setelah berlindung di rompon saat memancing pada Selasa sore di tengah kondisi cuaca kurang bersahabat.
Berdasarkan laporan pihak keluarga, Syamun bersama rekan-rekannya berangkat memancing sekitar pukul 17.00 Wita pada 20 Januari 2026. Rekannya kembali ke darat karena cuaca memburuk, sedangkan Syamun bertahan di rompon dan belum terlihat kembali hingga pagi hari berikutnya. Upaya pencarian awal oleh keluarga dan pemerintah desa setempat belum membuahkan hasil, sehingga SAR resmi dikerahkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Palu, Muh. Rizal, S.H., menuturkan tim Rescue Pos SAR Parigi diberangkatkan Rabu pukul 09.26 Wita menuju lokasi terakhir korban (LKP) dengan menggunakan RIB. Estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 10.26 Wita.
“Cuaca pagi ini cerah berawan dengan kecepatan angin 3–19 knot, tinggi gelombang 1,25–2 meter, arah utara. Tim SAR bergerak cepat menggunakan RIB, Rescue Car, dan peralatan komunikasi lengkap,” ujar Rizal.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain Pos AL, Polair, Bhabinkamtibnas, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan mencakup RIB, persar water, peralatan medis, serta peralatan evakuasi.
Jumlah personel yang diterjunkan mencapai puluhan orang yang dibagi ke dalam beberapa tim untuk memaksimalkan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Kepala SAR menegaskan bahwa seluruh proses pencarian akan dilaporkan perkembangannya secara berkala.
(rls/in)




