INTERKINI.CO, SIGI – Ketua Komisi III DPRD Sigi, Herman Latabe, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pimpinan RSUD Torabelo dalam rapat yang digelar DPRD. Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan dengan manajemen RSUD Torabelo, Dinas Kesehatan, dan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Sigi, Senin (11/8/2025).
“Hari ini kita mengukur kinerja mampukah dia menjadi direktur atau tidak. Karena kita berbicara persoalan manajemen rumah sakit. Kalau kemudian tidak mampu memanajem rumah sakit, mundur. Atau kami akan merekomendasikan kepada bupati untuk diganti,” ujar Herman.
Herman menyebut ini bukan pertama kalinya keluhan masyarakat sampai ke DPRD. Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan status RSUD Torabelo, apakah berada di bawah dinas atau berdiri sendiri. Kepala Dinas Kesehatan menjawab RSUD Torabelo merupakan salah satu UPT di bawah dinas kesehatan.
“Kalau bagian dari UPT Dinas Kesehatan, koordinasi harus berjalan dengan baik. Kita bicara di tempat ini, mengambil kesimpulan, mencari solusi. Selama ini koordinasi antara dinas kesehatan dan RSUD Torabelo perlu diperbaiki,” tegas Herman.
Herman menekankan DPRD hanya akan menganggarkan dana jika memang urgen dan prioritas pelayanan masyarakat. Ia menyoroti penggunaan anggaran RSUD Torabelo yang mencapai Rp 42 miliar, termasuk Rp 6 miliar untuk barang habis pakai, yang menurutnya tidak sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Setiap mau berobat, masyarakat masih membeli obat sendiri di luar. Untuk itu, kami akan melakukan evaluasi, bila perlu audit internal, dan merekomendasikan APIP untuk menindaklanjuti,” ujar Herman.
Ia menambahkan, perlunya solusi konkret karena Kabupaten Sigi telah mencapai 80 persen UHC (Universal Health Coverage). “Seharusnya tidak ada lagi masyarakat yang tertolak. Kita bayar miliaran rupiah untuk UHC, tapi masyarakat tidak menikmati. Hari ini menjadi evaluasi bagi semua petugas kesehatan dan RSUD Torabelo untuk meningkatkan pelayanan,” tegasnya. (a6)




