PendidikanSekolah & Kampus

Tiga Prodi Spesialis Dibuka di Untad, Jawaban atas Krisis Dokter di Sulteng

INTERKINI.CO, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) meluncurkan tiga Program Studi Spesialis (Sp-1) baru: Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Bedah, serta Ilmu Penyakit Dalam. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas kekurangan dokter spesialis di daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. menyebut kehadiran prodi tersebut sebagai terobosan penting dalam pemerataan layanan kesehatan.

“Selama ini banyak rumah sakit di kabupaten kesulitan memenuhi kebutuhan dokter spesialis. Dengan adanya pendidikan di Palu, kita bisa mencetak tenaga ahli dari daerah sendiri,” ujarnya.

Reny menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap pengembangan pendidikan kedokteran, termasuk penyediaan sarana dan bantuan pembiayaan mahasiswa melalui program Berani Cerdas. Ia berharap investasi di bidang sumber daya manusia kesehatan mampu memperkuat kualitas layanan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Rektor Untad Prof. Amar menambahkan, pendirian tiga prodi spesialis ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik dan kemandirian daerah dalam menyiapkan tenaga medis. Menurutnya, kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) akan memastikan mutu pendidikan sesuai standar nasional.

“Dengan dukungan pemerintah dan jejaring akademik yang kuat, Untad menargetkan menjadi pusat pendidikan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia,” kata Amar.

Pembukaan program spesialis ini juga menandai langkah penting transformasi layanan kesehatan di Sulawesi Tengah, dari ketergantungan pada tenaga luar daerah menuju kemandirian sumber daya manusia kesehatan.

(in/rls.b)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.