HeadlinePendidikanSekolah & KampusTokoh & Prestasi

Santri Insan Mandiri Tarakan Wakili Kaltara di Ajang Santri Internasional

INTERKINI.CO, TARAKAN — Semangat belajar tak mengenal batas. Hal itu dibuktikan oleh Azifah Azzahrah, atau akrab disapa Ara, santri Pondok Pesantren Insan Mandiri Tarakan yang berhasil mewakili Provinsi Kalimantan Utara pada ajang International Conference Santri Mendunia. Kegiatan berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung di Singapura, Malaysia, dan Thailand pada Mei mendatang.

Ditemui di kediamannya, Ahad (1/3/2026), Ara menceritakan perjalanannya hingga lolos seleksi. “Saya mengikuti seluruh tahapan seleksi secara daring, mulai dari pemberkasan, wawancara, hingga penilaian karya. Dari ratusan peserta, alhamdulillah saya terpilih mewakili Kalimantan Utara,” tutur mahasiswi Universitas Terbuka jurusan Pendidikan Agama Islam itu dengan nada rendah hati.

Ara tumbuh dan belajar di lingkungan Pondok Pesantren Insan Mandiri Tarakan, tepatnya di Kampung Santri BTN Intraka, Juata Permai. Di bawah bimbingan Ustad Candra Wijaya, ST, M.Ag, ia menempuh pendidikan di Madrasah Diniyah Takmiliyah sejak SMA hingga kini tetap aktif sebagai santri. “Saya ingin terus belajar dan berkontribusi lewat pendidikan Islam,” ujarnya.

Perjalanannya menuju ajang internasional tidak selalu mudah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas sempat membuatnya ragu untuk mengikuti seleksi. Namun semangat dan dukungan dari banyak pihak membuatnya tetap teguh melangkah. “Saya hanya berdoa agar diberi jalan terbaik. Alhamdulillah, pondok, pemerintah, dan berbagai pihak turut memberi dorongan,” kata Ara.

Dukungan tersebut datang dari Kementerian Agama, Pemerintah Kota Tarakan, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Ia juga mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara, Haja Rahmawati, yang memberikan motivasi dan dukungan penuh terhadap langkahnya.

Baca Juga : Santri Asal Tarakan Lolos Ajang Internasional, Diangkat Jadi Anak Asuh Anggota DPR RI Rahmawati

Bagi Ara, keikutsertaannya dalam ajang internasional ini bukan semata soal prestasi pribadi, melainkan kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, dan berbagi pengalaman. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi santri-santri lain di daerahnya.

“Insya Allah, pengalaman ini menjadi langkah awal bagi saya untuk terus belajar dan berkontribusi, sekaligus memotivasi santri-santri Kalimantan Utara agar semakin percaya diri menampilkan potensi mereka di berbagai bidang. Saya hanya ingin terus belajar dan memberi manfaat bagi pesantren, masyarakat, dan daerah tempat saya berasal,” tuturnya lembut.

(ss/in)

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini
Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.