
INTERKINI.CO, PALU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah mengirim dua pengurusnya untuk mengikuti kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan hasil kerja sama PWI Pusat dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI di Jakarta.
Dua pengurus tersebut yakni Murtalib, Wakil Ketua Bidang Pendidikan, dan Sahrul, Ketua PWI Peduli. Keduanya dinyatakan lolos asesmen dan pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat utama keikutsertaan dalam kegiatan nasional itu.
Ketua PWI Sulteng Tri Putra Toana mengatakan, penunjukan peserta merujuk pada surat resmi PWI Pusat yang memberikan kuota dua pengurus dari setiap provinsi.
“Setelah dilakukan asesmen serta pemeriksaan kesehatan, kedua pengurus PWI Sulteng dinyatakan layak dan diberikan rekomendasi untuk mewakili PWI Sulteng,” ujar Tri Putra Toana didampingi Sekretaris PWI Sulteng, Temu Sutrisno, di Palu, Senin (27/1).
Tri Putra Toana yang akrab disapa Ongki berharap, keikutsertaan Murtalib dan Sahrul membawa citra positif dan nama baik PWI Sulteng di forum nasional yang melibatkan unsur pertahanan dan kebangsaan.
“Kami berharap mereka dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan membawa nilai-nilai kebangsaan serta profesionalisme wartawan daerah di tingkat nasional,” tambahnya.
Berdasarkan informasi dari Kolonel Arief Nursaid, selaku Person In Charge (PIC) kegiatan, pembagian Kaporlap atau kelengkapan perorangan lapangan peserta akan dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 04.00 WIB di Kantor PWI Pusat, Jakarta.
Perlengkapan yang akan dibagikan meliputi PDL Komcad, kaos dalam, sepatu laras, dan topi, yang wajib langsung dikenakan peserta sebelum diberangkatkan menuju lokasi diklat Kemenhan.
Semula kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Akmil Magelang, namun kemudian dipindahkan ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan di Bogor, dengan mempertimbangkan aspek teknis dan kesiapan lokasi.
Dalam surat resmi yang ditandatangani Johnny Hardjojo, Ketua Departemen Hankam, TNI dan Polri PWI Pusat, disebutkan bahwa pengambilan perlengkapan wajib disertai surat keterangan kesehatan yang sah. Peserta yang telah mengambil perlengkapan namun berhalangan hadir diwajibkan mengembalikannya, dengan sanksi tegas bagi yang melanggar.
Kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan ini merupakan bagian dari program penguatan wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta sinergi antara insan pers dan institusi pertahanan negara.
(a6)




