INTERKINI.CO, ACEH TAMIANG — Proses pembersihan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan kemajuan. Dengan dukungan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sejumlah ruangan dan fasilitas utama di kantor tersebut mulai dapat difungsikan kembali.
Pengasuh Praja IPDN, Ronny M. Perangin Angin, mengatakan Dinas Kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam kegiatan pembersihan pascabencana. Hingga pertengahan Januari, progres pembersihan kantor tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.
“Kantor kesehatan sendiri sebenarnya sudah 80 persen itu selesai,” kata Ronny saat ditemui di sela kegiatan pembersihan di Kantor Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, 15 Januari 2026.
Menurut Ronny, tantangan terbesar berada di area laboratorium kesehatan. Posisi laboratorium yang lebih rendah dibandingkan bangunan di sekitarnya menyebabkan genangan air dan endapan lumpur lebih tebal. Lumpur di dalam ruangan laboratorium sempat mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Selain kondisi fisik ruangan, praja juga dihadapkan pada risiko keselamatan kerja karena adanya bahan kimia dan peralatan medis di sekitar laboratorium.
“Yang menjadi tantangan tersendiri bagi praja di Dinas Kesehatan adalah banyaknya bahan kimia dan jarum suntik di sekitar lab kesehatan,” ujarnya.
Ronny menambahkan, praja diminta berhati-hati saat membersihkan area tersebut, termasuk membilas botol bahan kimia yang pecah serta mewaspadai paku dan pecahan kaca. Meski sebagian besar jarum suntik masih tertutup dan tersegel, faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama.
Sementara itu, Perencana Ahli Muda Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang, Hermanto, mengapresiasi keterlibatan praja IPDN dalam proses pemulihan kantor. Ia mengatakan kondisi Dinkes saat ini jauh lebih baik dibandingkan kondisi awal pascabencana.
“Kalau dibandingkan sebelumnya yang masih berserakan, berlumpur, dan penuh sampah, sekarang lantai satu dan lingkungan Dinas Kesehatan sudah berangsur bersih. Sekitar 80 persen lah sudah,” kata Hermanto saat ditemui di lantai dua Kantor Dinkes Aceh Tamiang.
Menurut Hermanto, sejumlah fasilitas layanan juga mulai dapat digunakan kembali. Public Safety Center (PSC) Kabupaten Aceh Tamiang telah dibersihkan dan difungsikan sebagai posko. Fasilitas pendukung seperti ketersediaan air bersih dan kamar mandi juga sudah dapat dimanfaatkan.
Ia menambahkan, sebagian praja IPDN sementara menempati Aula Dinkes selama proses pemulihan berlangsung.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan adik-adik praja. Kehadiran mereka sangat membantu kami,” ujarnya.




