BerandaDaerahSigi Raya

Menyeberang Danau dan Sungai, Harapan Layanan Kesehatan Lebih Dekat di Lindu

INTERKINI.CO, SIGI- Di balik keindahan Danau Lindu, tersimpan kisah perjuangan warga dan tenaga kesehatan dari dua wilayah terpencil Desa Olu dan Dusun Wongko Dono (Desa Langko) untuk mendapatkan layanan kesehatan. Selama ini, mereka harus menempuh perjalanan panjang dan menantang menuju Puskesmas Lindu yang berada di Desa Tomado, ibu kota kecamatan.

Akses menuju kedua wilayah ini sebagian besar mengandalkan jalur air. Warga Desa Olu hanya memiliki beberapa kapal kayu berukuran besar yang beroperasi pada siang hari dengan jadwal tertentu. Bagi yang memiliki perahu kecil, perjalanan bisa dilakukan secara mandiri, meski tetap bergantung pada kondisi cuaca.

Dusun Wongko Dono menghadapi tantangan serupa. Jalur utama menuju Tomado adalah menyeberangi danau. Memang ada jalur darat, namun medannya berat dan berisiko tinggi, terutama saat musim hujan. Rute darat pun harus memutar melewati Desa Poroo dan Desa Langko sebelum tiba di Tomado.

Kepala Puskesmas Lindu, Marniati, S.Kep., M.KM., menilai kondisi ini membuat pelayanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri.

Kepala Puskesmas Lindu, Marniati, memberikan usulan pembangunan Pustu pada RDP di DPRD Sigi.
Kepala Puskesmas Lindu, Marniati, S.Kep., M.KM., saat menyampaikan usulan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sigi, Senin (11/8/2025).

Hal ini disampaikan Marniati pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang sidang DPRD Sigi bersama anggota DPRD Sigi, ketika ia diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan, Senin (11/8/2025).

“Untuk pelayanan kesehatan masyarakat di sana tetap terjangkau, karena ada petugas bidan desa yang saya tempatkan untuk membackup wilayah tersebut. Khusus di Desa Olu ada tiga petugas, dan di Dusun Wongko Dono ada satu bidan desa. Hanya saja, tempat pelayanan mereka masih dilakukan di rumah,” jelas Marniati.

Meski belum ada keluhan dari warga, ia menilai keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah tersebut akan sangat membantu.

“Sejauh ini, pelayanan kesehatan di dua wilayah tersebut tetap terlayani dan belum ada keluhan dari masyarakat. Namun, akan lebih baik jika dibangunkan pustu di beberapa tempat itu, agar petugas kesehatan dalam melayani masyarakat bisa berkegiatan di pustu, sekaligus tinggal di sana,” tambahnya.

Marniati menyebut, saat ini hanya Desa Olu dan Dusun Wongko Dono yang belum memiliki pustu.

“Untuk Dusun Kangkuro sudah ada pustu dan bidan desa tinggal di pustu itu. Hanya Desa Olu dan Dusun Wongko Dono yang belum memiliki pustu,” pungkasnya.

Ia berharap, pembangunan pustu di Desa Olu dan Dusun Wongko Dono bisa segera direalisasikan, sehingga warga tidak lagi harus menyeberangi danau atau menempuh jalur darat yang berat demi mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan cepat.

 

Penulis: Ahmad Gasalele
Editor: Redaksi Interkini.co

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.