Menyalakan Cahaya di Lindu: Gerakan Literasi dari Mahasiswa STIA Panca Marga Palu untuk Negeri

INTERKINI.CO, PALU — Di antara kabut pagi dan udara sejuk pegunungan Lindu, sekelompok mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Panca Marga Palu tengah mempersiapkan langkah kecil yang bermakna besar. Mereka bersiap menyalakan cahaya pengetahuan melalui kegiatan Gerakan Literasi dan Budaya, yang akan digelar pada 15–16 November 2025 di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda sosial kampus yang bertujuan menumbuhkan semangat literasi di wilayah pedesaan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar. Saat ini, pengurus BEM STIA Panca Marga Palu masih sibuk menyiapkan segala kebutuhan kegiatan, mulai dari logistik, koordinasi dengan pihak sekolah, hingga pengumpulan donasi buku dari mahasiswa STIA Palu sendiri.
Rangkaian Kegiatan Literasi di Lindu
Selama dua hari pelaksanaan, akan digelar berbagai kegiatan inspiratif, di antaranya:
-
Penyerahan buku secara simbolis kepada pihak sekolah, bersama kepala sekolah dasar setempat.
-
Games literasi dan kegiatan edukatif bersama anak-anak, untuk menumbuhkan minat baca dengan cara yang menyenangkan.
-
Literasi budaya dan adat, bersama Ketua Adat Kecamatan Lindu, sebagai upaya mengenal lebih dekat nilai-nilai kearifan lokal dan tradisi masyarakat setempat.
-
Camping ground di arena Festival Danau Lindu, sebagai ajang kebersamaan, refleksi, dan apresiasi terhadap keindahan alam Lindu.
Sebagai tanda kesiapan, Sekretaris BEM STIA Panca Marga Palu, Ikram, menyerahkan buku secara simbolis kepada tim literasi yang akan berangkat ke Kecamatan Lindu. Prosesi sederhana namun penuh makna itu berlangsung di Sekretariat BEM STIA Panca Marga Palu, Kamis (13/11/2025).
Menumbuhkan Semangat Belajar dan Karakter Anak
Terpisah, Ketua BEM STIA Panca Marga Palu, Nur Syahid S. Latoantja, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas anak-anak di wilayah Lindu.
“Kami ingin membantu meningkatkan literasi bagi pelajar usia dini sekolah dasar, sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan rasa ingin tahu mereka. Literasi bukan hanya tentang membaca, tapi juga membangun karakter dan kecerdasan emosional,” ujarnya.
Merangkai Literasi dan Kearifan Lokal
Selain mendorong minat baca, kegiatan bertajuk “Menyalakan Cahaya di Lindu: Gerakan Literasi dari Mahasiswa untuk Negeri” ini juga menjadi wadah belajar bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Publik STIA Palu untuk memahami peran kearifan lokal dalam pembangunan sosial masyarakat.
Melalui interaksi langsung dengan tokoh adat dan masyarakat, para mahasiswa diharapkan mampu melihat bagaimana nilai budaya dan tradisi dapat menjadi fondasi dalam membangun tata kelola sosial yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosional anak-anak, serta menjadi bagian dari penerapan nilai-nilai moral Pancasila,” tutur Nur Syahid.
Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan perjalanan hati sebuah upaya sederhana untuk menyalakan cahaya akan ilmu pengetahuan. Dari Palu menuju Lindu, dari kampus ke pelosok, dari buku-buku kecil ke harapan besar.
Semoga langkah ini membawa manfaat bagi masyarakat Lindu dan menjadi bagian dari gerakan menuju Indonesia yang lebih literat dan berbudaya.
Penulis: Muhammad
Editor: Tim Redaksi Interkini.co




