Masjid Darurat Al Muhajirin Mulai Digunakan Warga Pascagempa Sigi

SIGI – Warga Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, mulai menggunakan Masjid Darurat Al Muhajirin untuk beribadah setelah bangunan itu rampung dikerjakan secara gotong royong oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Masjid tersebut mulai difungsikan dengan pelaksanaan Salat Zuhur berjemaah, Senin (29/6).
Pembangunan masjid darurat menjadi bagian dari upaya pemulihan fasilitas ibadah bagi masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi pada pertengahan Juni lalu. Bangunan itu kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sigi yang diwakili Camat Nokilalaki, Mikail, sebelum diteruskan kepada pengurus Masjid Al Muhajirin.
Mewakili Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae, Mikail menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan masjid darurat. Menurut dia, keberadaan masjid tersebut memungkinkan masyarakat kembali beribadah secara lebih layak sambil menunggu pembangunan masjid permanen.
Ketua BAZNAS Sulawesi Tengah Hattamudin Tamrin mengatakan Masjid Darurat Al Muhajirin dibangun melalui kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, serta dukungan TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Masjid berukuran 10 x 10 meter itu disiapkan sebagai tempat ibadah sementara selama masa pemulihan pascagempa.
Ia berharap bangunan tersebut tetap dimanfaatkan setelah masjid permanen selesai dibangun, antara lain sebagai tempat kegiatan keagamaan dan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.
Prosesi serah terima turut dihadiri perwakilan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Sigi, BAZNAS Kota Palu, BAZNAS Parigi Moutong, unsur TNI-Polri, serta Kantor Urusan Agama Kecamatan Palolo-Nokilalaki.
Penulis: A6/In
Editor: Redaksi Interkini.co




