Komunitas Pecinta Alam Gelar Kegiatan 17 Agustus di Cagar Alam Wera
INTERKINI.CO, SIGI – Sejumlah komunitas pecinta alam dari berbagai lembaga menggelar kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 di kawasan Cagar Alam Wera, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini lahir dari pertemuan santai para pegiat alam yang berjumpa dalam diskusi ringan di pinggir jalan, lalu bersepakat untuk membuat perayaan bersama di alam terbuka.
Dipilihnya Cagar Alam Wera bukan tanpa alasan. Lokasi ini dinilai mudah dijangkau, baik oleh pecinta alam maupun masyarakat umum yang tidak tergabung dalam organisasi resmi. Panitia menyebut, tujuan kegiatan bukan hanya untuk mempererat hubungan antaranggota pecinta alam, tetapi juga memperkenalkan isu konservasi dan ekowisata lebih dekat kepada masyarakat luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa daya tarik kegiatan pecinta alam masih ada. Karena itu, semua rangkaian kegiatan—mulai dari kemah, diskusi, materi, hingga lomba 17-an—kami buka untuk umum,” ungkap Adi Sempi, salah satu panitia pelaksana.
Sebelum gempa bumi melanda beberapa tahun lalu, kegiatan semacam ini rutin digelar, baik di gunung maupun di kawasan wisata alam. Namun belakangan tradisi tersebut mulai jarang dilakukan. Panitia pun menyebut kegiatan kali ini sebagai upaya menghidupkan kembali semangat pecinta alam di Sulawesi Tengah.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta mengikuti berbagai agenda, di antaranya upacara bendera, camping ground, materi dari Dinas Pariwisata Sigi dan BKSDA, diskusi, lomba 17-an termasuk orienteering, penanaman pohon, aksi bersih-bersih, serta refleksi pecinta alam. Hingga saat ini peserta yang hadir berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan beberapa dari Donggala Pante Barat.
“Respon teman-teman sangat bagus. Dari kemarin hingga sekarang, masih banyak yang terus berdatangan ke lokasi,” tambah Adi Sempi.
Bagi penyelenggara, makna kegiatan ini kembali pada jati diri organisasi pecinta alam, yakni beraktivitas di alam bebas yang memberi kenyamanan sekaligus kedekatan dengan lingkungan. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antarpecinta alam maupun masyarakat yang gemar beraktivitas di alam terbuka.
“Kami bungkus kegiatan ini dengan satu kata: semangat. Semangat kemerdekaan harus sejalan dengan semangat menjaga alam, karena berkat alam, Indonesia bisa merdeka,” ujar Adi Sempi
Melalui kegiatan ini, panitia berpesan agar masyarakat terus membuka ruang edukasi terkait kelestarian alam. “Supaya tempat-tempat di sekitar kita tetap terjaga untuk anak cucu di masa depan,” katanya.
Panitia berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, sehingga nilai positifnya bisa dipertahankan. Selain itu, mereka juga merencanakan kegiatan lanjutan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, yang akan melibatkan lebih banyak masyarakat sipil, OKP, sekolah, dan komunitas pecinta alam lainnya.
(a6)




