Iwan A. Maulana Terpilih Pimpin KKG PAI Kalimantan Utara, Fokus Perkuat Kompetensi Guru
INTERKINI.CO, BULUNGAN- Pagi di Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kerap dimulai dengan aktivitas sekolah yang sederhana namun penuh makna. Di salah satu sekolah dasar negeri di wilayah itu, SDN 002 Tanjung Palas Tengah, Iwan A. Maulana, M.Pd menjalani peran ganda sebagai kepala sekolah sekaligus guru yang tumbuh bersama dinamika pendidikan daerah perbatasan.
Kini, tanggung jawabnya bertambah. Iwan terpilih sebagai Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Provinsi Kalimantan Utara. Sebuah amanah yang ia maknai bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan ruang pengabdian bagi sesama guru.
“Ini adalah kepercayaan sekaligus tanggung jawab moral. KKG PAI harus benar-benar hadir sebagai wadah belajar bersama yang aktif, inklusif, dan memberi dampak nyata bagi mutu pendidikan,” ujar Iwan saat dihubungi melalui WhatsApp pribadinya, Senin (19/1/2026).
Bagi Iwan, KKG bukan hanya forum administratif. Ia membayangkannya sebagai ruang tumbuh, tempat guru-guru PAI berbagi praktik baik, berdiskusi, dan saling menguatkan, terutama di wilayah Kalimantan Utara yang memiliki tantangan geografis tidak ringan.
Ia menuturkan, salah satu fokus utama kepengurusannya adalah penguatan kompetensi guru berbasis kebutuhan nyata. Program Jum’at Berilmu menjadi salah satu ikhtiar yang disiapkan, berupa pelatihan daring rutin bagi guru PAI.
“Materinya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan kurikulum berbasis cinta, hingga penguatan tuntas baca Al-Qur’an,” katanya.
Selain peningkatan kapasitas individu guru, Iwan juga menaruh perhatian pada penguatan tata kelola organisasi. Menurutnya, KKG PAI perlu dikelola secara tertib, kolaboratif, dan berkelanjutan agar mampu menjadi organisasi profesi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Pada Oktober 2026, KKG PAI Kalimantan Utara juga mewacanakan pelaksanaan PAI Fair II tingkat provinsi sebagai bagian dari program nasional.
Di wilayah perbatasan dan terpencil Kalimantan Utara, tantangan guru PAI tidak sederhana. Akses pelatihan yang terbatas, sarana prasarana yang belum merata, keterbatasan jaringan internet, hingga kondisi geografis yang sulit dijangkau masih menjadi realitas sehari-hari.
“Di tengah keterbatasan itu, guru tetap dituntut profesional dan adaptif. Ini yang perlu kita jawab bersama,” ujar Iwan.
Karena itu, strategi menjangkau guru di daerah terpencil menjadi perhatian serius. Penguatan koordinasi KKG di tingkat kabupaten dan kecamatan, pemanfaatan platform digital, serta pelaksanaan kegiatan secara bergilir berbasis wilayah menjadi langkah yang disiapkan. Kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Utara dan mitra terkait juga diharapkan mampu memperluas jangkauan peningkatan kompetensi guru.
Di akhir perbincangan, Iwan menyampaikan harapannya kepada seluruh guru PAI di Kalimantan Utara. Ia mengajak mereka menjaga semangat belajar, berkolaborasi, dan berinovasi.
“KKG PAI adalah milik bersama. Dari sinilah kita bisa tumbuh bersama, demi peningkatan mutu pendidikan dan masa depan generasi Kalimantan Utara,” kata Iwan.
Dari ruang kelas sederhana di Tanjung Palas Tengah, Iwan percaya perubahan bisa dimulai. Perlahan, melalui kolaborasi dan semangat belajar yang terus dijaga, harapan itu disemai untuk pendidikan agama Islam yang lebih bermutu di Kalimantan Utara.
(a6/prb)




