<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Editorial – Opini Redaksi &amp; Sikap Media | interkini.co</title>
	<atom:link href="https://interkini.co/category/editorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://interkini.co/category/editorial/</link>
	<description>Dari Daerah Untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2026 03:48:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://interkini.co/wp-content/uploads/2025/08/cropped-ChatGPT-Image-Aug-31-2025-12_02_51-PM-32x32.png</url>
	<title>Editorial – Opini Redaksi &amp; Sikap Media | interkini.co</title>
	<link>https://interkini.co/category/editorial/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Opini: Ketika Kekuasaan Melahirkan Oposisi dari Dalam</title>
		<link>https://interkini.co/kekuasaan-melahirkan-oposisi/</link>
					<comments>https://interkini.co/kekuasaan-melahirkan-oposisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 03:48:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8643</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ahmad Banyak penguasa menganggap ancaman terbesar datang dari luar: lawan politik, kritik publik, atau kelompok oposisi. Padahal, dalam banyak pengalaman politik, pelemahan kekuasaan justru bermula dari dalam, ketika kewenangan semakin terpusat dan ruang kepercayaan semakin menyempit. Pada titik itulah oposisi sering lahir bukan karena ambisi merebut kekuasaan, melainkan karena hilangnya rasa memiliki terhadapnya. Paradoks &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/kekuasaan-melahirkan-oposisi/">Opini: Ketika Kekuasaan Melahirkan Oposisi dari Dalam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://interkini.co/kekuasaan-melahirkan-oposisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Editorial: Keadilan Fiskal untuk Daerah Penghasil</title>
		<link>https://interkini.co/keadilan-fiskal-daerah/</link>
					<comments>https://interkini.co/keadilan-fiskal-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 07:43:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8613</guid>

					<description><![CDATA[<p>INTERKINI.CO &#8211; Pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengenai perlunya pembagian penerimaan negara yang lebih adil bagi daerah penghasil sumber daya alam kembali mengangkat perdebatan lama tentang hubungan fiskal antara pusat dan daerah. Isu ini bukan sekadar soal pembagian angka, melainkan menyangkut sejauh mana daerah penghasil memperoleh manfaat dari kontribusinya terhadap penerimaan negara. Daerah yang &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/keadilan-fiskal-daerah/">Editorial: Keadilan Fiskal untuk Daerah Penghasil</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://interkini.co/keadilan-fiskal-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Editorial: Transparansi Tak Boleh Menjadi Korban Bencana</title>
		<link>https://interkini.co/transparansi-bencana/</link>
					<comments>https://interkini.co/transparansi-bencana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 08:28:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8592</guid>

					<description><![CDATA[<p>INTERKINI.CO &#8211; Bencana menuntut dua hal sekaligus: kecepatan bertindak dan keterbukaan informasi. Tanpa komunikasi yang jelas, penanganan yang baik pun dapat kehilangan kepercayaan publik. Dalam situasi tanggap darurat, pemerintah memegang kewenangan mengambil keputusan melalui sistem komando. Tidak semua pembahasan teknis harus dibuka kepada publik. Namun, tertutupnya ruang koordinasi tidak boleh berubah menjadi tertutupnya informasi yang &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/transparansi-bencana/">Editorial: Transparansi Tak Boleh Menjadi Korban Bencana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://interkini.co/transparansi-bencana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Editorial: Gempa Sigi dan Kekuatan Solidaritas</title>
		<link>https://interkini.co/editorial-gempa-sigi-solidaritas/</link>
					<comments>https://interkini.co/editorial-gempa-sigi-solidaritas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 02:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8521</guid>

					<description><![CDATA[<p>INTERKINI.CO &#8211; Gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026 meninggalkan luka yang tidak ringan. Ribuan warga terdampak, ribuan rumah mengalami kerusakan, dan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah harus terhenti akibat bencana yang datang tanpa peringatan. Di tengah situasi tersebut, ada satu hal yang patut menjadi perhatian dan harapan bersama, yakni &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/editorial-gempa-sigi-solidaritas/">Editorial: Gempa Sigi dan Kekuatan Solidaritas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://interkini.co/editorial-gempa-sigi-solidaritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Sigi dan Pentingnya Penguatan Kebijakan Mitigasi Bencana</title>
		<link>https://interkini.co/gempa-sigi-penguatan-mitigasi-bencana/</link>
					<comments>https://interkini.co/gempa-sigi-penguatan-mitigasi-bencana/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 03:07:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8453</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: MohamadMahasiswa Semester II Program Studi Administrasi Publik STIA Panca Marga Palu Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 kembali menjadi pengingat bahwa ancaman bencana masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan daerah. Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 18 Juni 2026, sedikitnya 2.215 rumah mengalami kerusakan &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/gempa-sigi-penguatan-mitigasi-bencana/">Gempa Sigi dan Pentingnya Penguatan Kebijakan Mitigasi Bencana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://interkini.co/gempa-sigi-penguatan-mitigasi-bencana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertanian Digital sebagai Solusi Menarik Minat Generasi Muda di Era Modern</title>
		<link>https://interkini.co/pertanian-digital-generasi-muda/</link>
					<comments>https://interkini.co/pertanian-digital-generasi-muda/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 05:23:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8365</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Oleh: Wardatul Khumairoh Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, sektor pertanian masih sering dipandang sebagai pekerjaan yang berat, kotor, dan kurang menjanjikan. Pandangan tersebut membuat banyak generasi muda enggan menjadikan pertanian sebagai pilihan karier. Padahal, sektor ini memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menjadi penopang perekonomian nasional. Tantangan regenerasi petani kini menjadi persoalan &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/pertanian-digital-generasi-muda/">Pertanian Digital sebagai Solusi Menarik Minat Generasi Muda di Era Modern</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://interkini.co/pertanian-digital-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Catat 703 Gempa Susulan Pascagempa M6,7 Sulteng</title>
		<link>https://interkini.co/bmkg-catat-703-gempa-susulan-sulteng/</link>
					<comments>https://interkini.co/bmkg-catat-703-gempa-susulan-sulteng/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 12:54:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[gempa Sulteng 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8344</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 703 kali gempa susulan terjadi setelah gempa bumi Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan pemantauan BMKG hingga Kamis (18/6/2026), aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah terdampak. Dari total 703 &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/bmkg-catat-703-gempa-susulan-sulteng/">BMKG Catat 703 Gempa Susulan Pascagempa M6,7 Sulteng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://interkini.co/bmkg-catat-703-gempa-susulan-sulteng/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Editorial: Harmoni dalam Tata Kelola Daerah</title>
		<link>https://interkini.co/harmoni-antarlembaga-fondasi-tata-kelola-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 03:16:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8171</guid>

					<description><![CDATA[<p>INTERKINI.CO &#8211; Harmoni antara kepala daerah, DPRD, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan salah satu aspek mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Di balik berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah, terdapat kebutuhan akan koordinasi yang efektif antarlembaga. Dalam sistem pemerintahan daerah, kepala daerah, DPRD, dan Forkopimda memiliki fungsi yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan bagian &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/harmoni-antarlembaga-fondasi-tata-kelola-daerah/">Editorial: Harmoni dalam Tata Kelola Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Editorial: Ketika Jalan Dibangun dengan Utang</title>
		<link>https://interkini.co/ketika-jalan-dibangun-dengan-utang/</link>
					<comments>https://interkini.co/ketika-jalan-dibangun-dengan-utang/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 04:33:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=8083</guid>

					<description><![CDATA[<p>INTERKINI.CO &#8211; Tidak banyak kepala daerah yang secara terbuka mengakui bahwa proyek infrastruktur dikerjakan lebih dahulu, sementara pembayarannya dilakukan kemudian. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memilih menyampaikannya secara langsung saat meluncurkan Program Berani Lancar. Pengakuan itu penting bukan karena keberaniannya diucapkan di depan publik, melainkan karena konsekuensi yang mengikutinya. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memulai pembangunan &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/ketika-jalan-dibangun-dengan-utang/">Editorial: Ketika Jalan Dibangun dengan Utang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://interkini.co/ketika-jalan-dibangun-dengan-utang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Editorial: Pokir Jangan Menjadi Program Misterius</title>
		<link>https://interkini.co/pokir-jangan-menjadi-program-misterius/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 00:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://interkini.co/?p=7770</guid>

					<description><![CDATA[<p>INTERKINI.CO – Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) sejatinya lahir dari aspirasi masyarakat. Ia bukan sekadar daftar program yang muncul begitu saja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan hasil penyerapan kebutuhan rakyat melalui reses, dialog, dan komunikasi dengan warga di daerah pemilihan. Karena itu, Pokir seharusnya memiliki jejak yang jelas. Di mana aspirasi itu disampaikan, siapa &#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://interkini.co/pokir-jangan-menjadi-program-misterius/">Editorial: Pokir Jangan Menjadi Program Misterius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://interkini.co">Interkini.co</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
