BerandaDaerahLintas SultengPalu & SekitarnyaToli Toli

Banjir di Tolitoli Surut, Basarnas Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

INTERKINI.CO, PALU – Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Basarnas Palu, Rusmadi, SE, memastikan tidak ada korban jiwa akibat banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Minggu (26/10/2025) sore. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan Sungai Lembe meluap dan merendam sejumlah rumah warga di tiga kelurahan, yakni Tuweley, Baru, dan Panasakan, Kecamatan Baolan.

“Pembaruan informasi hingga pukul 16.40 Wita menunjukkan, tim di lapangan telah melakukan evakuasi sejak pukul 22.00 wita. Karena curah hujan masih terjadi, tim sempat siaga di lokasi. Namun setelah dilakukan asesmen sekitar pukul 01.15 wita, air dipastikan sudah surut dan tidak ada genangan lagi,” ujar Rusmadi saat dikonfirmasi di Kantor Basarnas Palu, Senin (27/10/2025).

Ia menjelaskan, dalam proses evakuasi tersebut, tim SAR memprioritaskan kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia.

“Jumlah warga yang dievakuasi sekitar sepuluh orang, semuanya berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Tidak ada laporan korban jiwa,” tambahnya.

Setelah kondisi di lokasi banjir dipastikan aman, seluruh personel Basarnas ditarik kembali ke pos induk. Saat ini, pihaknya hanya melakukan pemantauan lanjutan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

Meski demikian, Rusmadi menyoroti masih adanya kendala koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan evakuasi di lapangan.

“Kami berharap sinergitas antarlembaga bisa lebih ditingkatkan. Dari laporan tim, masih terlihat kurangnya koordinasi antara instansi pemerintah daerah dan tim SAR. Padahal, penanganan bencana banjir ini seharusnya dikoordinasikan oleh BPBD Kabupaten Tolitoli sebagai leading sector,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rusmadi menegaskan bahwa Basarnas siap melaksanakan operasi penyelamatan apabila dibutuhkan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Tugas kami fokus pada operasi evakuasi. Jika ada permintaan dari masyarakat, kami siap melaksanakan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya upaya mitigasi bencana dari pemerintah daerah, terutama perbaikan sistem drainase dan normalisasi sungai yang mulai dangkal.

“Banjir kemarin disebabkan oleh curah hujan tinggi dan air pasang laut, sehingga air butuh waktu lama untuk surut. Ke depan, semoga pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan aspek mitigasi,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Rusmadi mengimbau agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Jika hujan deras dan debit air meningkat, segera mengungsi ke tempat yang aman. Jangan menunggu arus kuat, karena itu bisa membahayakan nyawa,” pesannya.

Basarnas Palu juga mengingatkan agar masyarakat selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait sebagai langkah antisipasi dini terhadap cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Tengah.

(a6)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.