Anwar Hafid Wajibkan Perencanaan Daerah Berbasis Data di Sulteng

INTERKINI.CO, PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) wajib menerapkan perencanaan berbasis data mulai tahun ini.
“Kita harus akui bahwa perencanaan daerah ini belum sepenuhnya tepat sasaran. Masih banyak yang bias karena data tidak lengkap,” ujar Anwar dalam kegiatan Penandatanganan Kinerja Seratus Hari Kerja Kepala OPD di Halaman Kantor Gubernur, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menilai tanpa data yang kuat, program pembangunan berisiko menjadi tambal sulam dan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat. “Manajemen modern mengajarkan kita, buatlah perencanaan berbasis data. Oleh karena itu, data menjadi penting,” katanya.
Anwar mencontohkan penanganan kemiskinan tidak akan efektif tanpa mengetahui secara jelas siapa dan di mana sasaran yang akan dientaskan. Ia menambahkan, luas wilayah Sulawesi Tengah menuntut perencanaan yang terukur agar intervensi program lebih efektif dan efisien.
Gubernur juga memastikan siap mengalokasikan anggaran khusus untuk memperkuat sistem data pemerintah daerah. “Kita tidak pelit mengeluarkan anggaran demi data yang valid dan akurat,” ucapnya.
Selain itu, Anwar menginstruksikan setiap OPD untuk berinovasi dan menerapkan digitalisasi dalam sistem kerja maupun pelayanan publik. Ia menyoroti Command Center Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai contoh inovasi digital yang perlu dioptimalkan karena menjadi pusat layanan data terintegrasi antar-OPD.
“Ada Command Center kita, layanan data terpusat, silakan dipergunakan,” ujarnya.
Kegiatan penandatanganan pakta kinerja itu dihadiri Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Sekretaris Provinsi Novalina, serta seluruh kepala OPD, pejabat administrator, pengawas, dan fungsional.
(a6/bs)





1 Komentar