Akademisi UIN Datokarama: Pembangunan Harus Tetap Ramah Lingkungan
PALU — Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Taufik Lasenggo mengingatkan pembangunan harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan agar tidak mengorbankan kehidupan generasi mendatang. Menurut dia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semestinya diarahkan untuk memberi manfaat tanpa melampaui daya dukung alam.
Pandangan tersebut disampaikan Taufik dalam diskusi publik bertema “Polri untuk Masyarakat” yang digelar Forum Muda Alumni (FORMA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah di Palu, Minggu (5/7/2026).
Menurut Taufik, setiap produk ilmu pengetahuan dan teknologi harus berorientasi pada kemaslahatan manusia sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu memperhitungkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem.
“Semua produk teknologi yang kita pakai harus ramah lingkungan sehingga tidak mengkhawatirkan kehidupan kita hari ini maupun masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan eksploitasi sumber daya alam tetap dapat dilakukan sepanjang tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan. Pendekatan tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Gagasan itu menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi yang menghadirkan unsur kepolisian, akademisi, tokoh agama, dan mahasiswa. Forum tersebut tidak hanya membahas pelayanan publik, tetapi juga mengangkat berbagai isu yang berkaitan dengan tantangan pembangunan dan kehidupan masyarakat.
Taufik berharap pembangunan di berbagai sektor terus mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan teknologi, dan pelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Tokoh Muda Alkhairaat: Mahasiswa Jangan Bergantung pada AI
Editro: Redaksi Interkini.co
Lihata Artikel Lainnya:
- Pertanian Digital sebagai Solusi Menarik Minat Generasi Muda di Era Modern
- Opini: Ketika Kekuasaan Melahirkan Oposisi dari Dalam




