https://interkini.co/interkini-peduli-gempa-sulteng/
BerandaDaerahHeadlineLintas Sulteng

RSUD Tora Belo Tegaskan Zero Tolerance terhadap Intimidasi Nakes

SIGI – RSUD Tora Belo menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk intimidasi dan kekerasan di lingkungan kerja rumah sakit sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Humas RSUD Tora Belo, Aminuddin Beta, mengatakan tenaga kesehatan berhak bekerja dalam lingkungan yang aman dan terbebas dari tekanan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat profesi.

“Perlindungan terhadap tenaga kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan profesional,” kata Aminuddin saat dihubungi melalui telepon, Ahad, 28 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perlindungan tenaga kesehatan menyusul kasus dugaan intimidasi terhadap seorang dokter di Nusa Tenggara Timur yang tengah ditangani Kementerian Kesehatan.

Menurut Aminuddin, kebijakan tersebut dijalankan melalui penerapan standar operasional prosedur, mekanisme pelaporan insiden, serta penguatan budaya saling menghormati antarprofesi di lingkungan rumah sakit.

Jika terjadi dugaan intimidasi atau ancaman terhadap tenaga kesehatan, rumah sakit akan memastikan keselamatan petugas, menerima laporan secara resmi, melakukan investigasi internal, memberikan pendampingan, hingga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur pidana.

Selain itu, RSUD Tora Belo juga menaruh perhatian pada kesehatan mental tenaga kesehatan. Sejak 2020, rumah sakit membentuk tim layanan psikologi bagi karyawan untuk memberikan pendampingan terhadap pegawai yang menghadapi tekanan kerja maupun persoalan di lingkungan kerja.

Aminuddin menilai tantangan terbesar dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman adalah meningkatnya kompleksitas pelayanan kesehatan yang berjalan beriringan dengan tingginya ekspektasi masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan beban kerja tenaga kesehatan.

Menurut dia, kesalahpahaman komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga pasien masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu konflik dalam pelayanan.

Karena itu, RSUD Tora Belo mengajak masyarakat membangun budaya saling menghormati dalam pelayanan kesehatan. Keluhan terhadap pelayanan diharapkan disampaikan melalui mekanisme pengaduan resmi yang telah disediakan rumah sakit.

Penulis: a6/in
Editor: Redaksi Interkini.co

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.