Sebaran Kerusakan Bangunan Akibat Gempa 6,7 di Sulteng
JAKARTA – Gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah menyebabkan kerusakan bangunan dan infrastruktur di sejumlah wilayah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak gempa tersebar di Kota Palu serta Kabupaten Sigi, Poso, Donggala, dan Parigi Moutong.
Gempa terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Hingga pembaruan data BNPB pukul 15.40 WIB, petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Data sementara BNPB mencatat kerusakan terjadi pada rumah warga, fasilitas ibadah, fasilitas umum, hingga sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
Pendataan sementara mencatat sedikitnya 64 unit rumah terdampak. Selain itu, kerusakan juga ditemukan pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu–Sigi–Poso yang mengalami amblas.
Di Kabupaten Sigi, wilayah dengan dampak terbesar, tercatat sekitar 44 unit rumah terdampak. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas ibadah, gedung perkantoran, bangunan, serta satu jembatan.
Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, dampak gempa tercatat terjadi pada sekitar 15 unit rumah. Lokasi terdampak antara lain Desa Tolai, Kecamatan Torue, dan Desa Boyan Tongo, Kecamatan Parigi Selatan.
Di Kota Palu, kerusakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang mengalami keretakan. Selain itu, satu tempat usaha, satu fasilitas umum, dan satu bangunan hotel juga terdampak dan masih dalam proses pendataan.
Di Kabupaten Poso, dampak gempa dilaporkan terjadi di Desa Tumora, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Sebanyak lima unit rumah terdampak, tiga di antaranya mengalami rusak ringan. Satu ruas jalan provinsi juga mengalami kerusakan.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan warga terdampak dan korban luka. BNPB mencatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 109 jiwa terdampak, dengan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan warga mengalami luka berat. Data tersebut masih dalam proses verifikasi.
Aktivitas gempa susulan juga masih terjadi. BMKG mencatat hingga pukul 14.00 WIB telah terjadi 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan kaji cepat, pendataan, serta koordinasi penanganan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.
Di Kota Palu, seluruh pasien RS Anutapura sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Setelah kondisi dinilai aman, pasien secara bertahap kembali menempati ruang perawatan.
Di Kabupaten Poso, masyarakat bersama aparat kepolisian melakukan pembersihan puing bangunan terdampak gempa. Sejumlah kebutuhan mendesak mulai diidentifikasi, termasuk logistik penanggulangan bencana, terpal, dan pemasangan tenda di halaman RSUD Kabupaten Poso.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas.
Baca Juga: UPDATE Gempa 6,7 Sigi, Satu Warga Meninggal dan Ratusan Terdampak
Editor: Redaksi Interkini.co





1 Komentar