INTERKINI.CO – Pegunungan Bulusaraung menjadi salah satu bentang alam paling khas di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kawasan ini menawarkan pemandangan pegunungan karst dengan lereng terjal, jalur berbatu, serta suasana alam yang relatif masih terjaga dari hiruk-pikuk aktivitas wisata massal.
Secara administratif, Pegunungan Bulusaraung berada di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci. Dalam pengelolaan kawasan konservasi, wilayah ini masuk dalam area kerja Resort Balocci, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Luas kawasan pegunungan tersebut mencapai sekitar 137 hektare.
Karakter utama Bulusaraung terletak pada bentang topografinya. Relief yang tinggi dengan lereng curam membentuk lanskap yang didominasi bukit kapur. Tekstur permukaan yang kasar menjadi ciri khas kawasan ini, sekaligus penanda kuat ekosistem karst yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun.
Jenis tanah di Pegunungan Bulusaraung didominasi jenis Humitropepts, tipe tanah yang umum ditemukan pada wilayah berlereng tajam dan puncak perbukitan kapur. Kondisi ini membentuk vegetasi khas serta jalur alami yang menantang bagi pendaki maupun pencinta wisata alam.
Puncak Gunung Bulusaraung berada pada ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut. Dari ketinggian tersebut, bentang alam Pangkep dan sekitarnya terlihat membentang, menghadirkan panorama pegunungan yang kontras dengan kawasan pesisir Sulawesi Selatan. Iklim di kawasan ini termasuk tipe B berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman perjalanan berbasis alam, Pegunungan Bulusaraung menawarkan alternatif destinasi yang berbeda. Keindahannya tidak hanya terletak pada panorama, tetapi juga pada kesan sunyi dan alami yang masih terasa kuat. Kawasan ini menjadi ruang bagi aktivitas pendakian, pengamatan alam, sekaligus refleksi tentang pentingnya menjaga kawasan konservasi.
(a6/in)




