Artikel TrendingFempreneurPerempuan

Perempuan Mandiri dari Kulawi: Linda, Dosen dan Wirausaha yang Menginspirasi

SIGI, INTERKINI.CO — Di tengah sejuknya wilayah pegunungan Kulawi, Kabupaten Sigi, tumbuh sosok perempuan tangguh yang tak hanya berdedikasi di dunia pendidikan, tetapi juga aktif mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Dia adalah Linda, dosen muda sekaligus wirausahawan yang kini memimpin Koperasi Merah Putih di Desa O’o, Kecamatan Kulawi.

Bagi Linda, menjadi perempuan pemimpin bukan soal mudah atau sulit, tetapi soal kemauan, tanggung jawab, dan niat untuk berbuat bagi sesama.

“Tidak ada kendala bagi perempuan untuk memimpin. Semua tergantung pribadi masing-masing, apakah mau mandiri, mau berkorban, dan mau berkomitmen,” ujarnya mantap.

Selain aktif mengajar di Universitas Widya Nusantara (UWN), Linda kini tengah menempuh studi S3 di Universitas Tadulako (Untad), setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di kampus yang sama.

Ia mengajar mata kuliah Ekonomi dan Bisnis, bidang yang telah lama menjadi minat dan keahliannya.

“Mengajar itu bukan sekadar pekerjaan, tapi pengabdian. Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan dari desa pun bisa jadi akademisi,” tuturnya dengan senyum tenang.

Tidak hanya berkiprah di dunia pendidikan, Linda juga mengelola usaha kafe di Kota Palu bersama anaknya. Melalui usahanya, ia menanamkan nilai kemandirian dan kreativitas kepada generasi muda di sekitarnya.

“Kita harus jadi contoh. Kalau perempuan di pelosok melihat kita bisa, mereka juga akan percaya diri untuk mulai,” katanya penuh semangat.

Sebagai Ketua Koperasi Merah Putih, Linda mengajak kaum perempuan di desanya berani berwirausaha dan berorganisasi.

Ia meyakini bahwa kemandirian ekonomi perempuan dapat memperkuat peran mereka dalam pembangunan masyarakat.

Perjalanan karier Linda bukan tanpa tantangan. Di balik senyum tenangnya, tersimpan kisah jatuh-bangun seorang perempuan yang berjuang menempuh kerasnya kehidupan.
Ia pernah menghadapi keterbatasan, jarak, dan waktu, namun tak pernah kehilangan semangat untuk terus belajar dan berbuat.

Namun dari setiap kesulitan, Linda belajar arti keteguhan dan rasa syukur.

“Kadang kita harus jatuh dulu untuk tahu seberapa kuat kita bisa berdiri,” ujarnya lirih, mengenang masa-masa awal perjuangannya.

Baginya, setiap langkah baik yang membawa suka maupun duka adalah bagian dari proses menjadi perempuan yang berdaya.

Ketekunannya menunjukkan bahwa perempuan dari pelosok daerah pun mampu berdaya, memimpin, dan memberi dampak nyata.

“Jangan takut mengejar karier. Jadilah perempuan yang kuat, mandiri, dan terampil. Jangan takut melangkah dan selalu menjadi yang terdepan,” pesannya menutup perbincangan.

Dengan semangat dan kiprahnya, Linda membuktikan bahwa perempuan dari Kulawi mampu menembus batas, menyalakan semangat, dan menjadi bagian penting dalam perubahan sosial di Sulawesi Tengah.

(a6)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.