DLH Sigi Siap Dukung Kerja Bakti di Danau Lindu

INTERKINI.CO, SIGI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi menyatakan siap mendukung kerja bakti massal pembersihan Eceng Gondok di Danau Lindu yang akan dilaksanakan masyarakat bersama Kecamatan Lindu dan Komisi II DPRD Sigi pada 10–11 Oktober 2025 mendatang.
“Kita suport, dan kami juga sudah menerima surat terkait kegiatan ini. Nanti kami sampaikan ke Kepala Dinas agar bisa mengutus pihak DLH untuk berpartisipasi,” ungkap Sekretaris DLH Kabupaten Sigi, Masna, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/10/2025).
Menurut Masna, menjaga kelestarian lingkungan memang merupakan tugas DLH. Namun, keterbatasan anggaran membuat pihaknya hanya bisa fokus pada pemantauan, seperti pengambilan sampel kualitas air yang dilakukan dua kali setahun.
“Kalau soal kegiatan khusus di Danau Lindu, memang tidak ada anggarannya. Kami hanya sebatas pemantauan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembersihan gulma Eceng Gondok hanya bisa dilakukan dengan cara biologis, yakni pengangkutan, bukan dengan cara kimia. Namun, kunci utama tetaplah kesadaran masyarakat.
“Saya prihatin melihat kotornya danau karena orang biasanya duduk di pinggir danau, lalu buang sampah sembarangan. Tidak ada kesadaran bagaimana mengumpulkan sampah itu,” ujarnya.
Masna juga menekankan bahwa masalah di Danau Lindu bukan hanya gulma, melainkan juga pencemaran dari aktivitas perahu, plastik, dan menurunnya hasil perikanan.
“Kalau ikan sudah makan plastik, kira-kira masih bisa hidup? Sekarang ikan kecil-kecil, tidak seperti dulu yang bisa dijual sampai ke Palu. Ini butuh peran Dinas Perikanan untuk memperbaiki ekosistem,” katanya.
Selain itu, ia mendorong adanya pemanfaatan Eceng Gondok melalui kerajinan tangan agar memiliki nilai ekonomi. “Saya berharap ada orang yang bisa memanfaatkan Eceng Gondok itu, misalnya untuk kerajinan. Tapi tentu lintas sektor, terutama teman-teman di UMKM yang lebih paham,” ungkapnya.
Karena itu, Masna menilai kerja bakti massal di Danau Lindu harus menjadi momentum sinergi lintas sektor. “Perhubungan perlu mengatur lalu lintas perahu, Perikanan mengawal ekosistem ikan, UMKM bisa memanfaatkan Eceng Gondok, dan DLH melakukan pemantauan kualitas air. Semua harus turun bersama, termasuk masyarakat,” tegasnya.
DLH berharap, upaya bersama menjaga kebersihan danau akan mendukung visi misi Bupati Sigi yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.
“Kalau danau terjaga, pengunjung akan senang datang melihat keindahan Lindu,” tutupnya.
(a6)




