Menyambut HUT Donggala ke-73: LPA Sinue Menyapu Sungai, Menyapu Lalai Kita pada Alam
INTERKINI.co, DONGGALA- Donggala memasuki usia ke-73. Di saat sebagian orang merayakan dengan panggung hiburan dan pesta rakyat, Lembaga Pecinta Alam (LPA) Sinue memilih jalannya sendiri: menunduk, memungut, dan membersihkan bantaran sungai di jantung kota. Sabtu (9/08/2025), mereka memperingati hari jadi daerah ini bukan dengan dentuman musik, melainkan dengan gesekan sapu, derap langkah, dan aroma lumpur yang terangkat ke udara.
Di bawah terik matahari, puluhan anggota LPA Sinue, bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Muhibbul Biah UIN Datokarama Palu, memungut sampah satu per satu. Tangan mereka bergerak sabar, seolah setiap plastik yang terangkat adalah lembar kesalahan yang dihapus. Bagi mereka, sungai bukan sekadar aliran air ia adalah nadi kehidupan, cermin peradaban.
“Kami ingin melahirkan insan yang cinta lingkungan. Setiap orang punya tanggung jawab menjaga kebersihan sungai, karena di situlah masa depan air kita,” ujar Sahyul, Koordinator Lapangan Divisi Lingkungan Hidup LPA Sinue, penuh keyakinan.
Aksi ini lahir dari kegelisahan. Amwal, pendiri LPA Sinue sekaligus Sekretaris Desa Kolakola, menegaskan bahwa sampah di sungai adalah bom waktu: mencemari air, memicu banjir, dan memutus rantai ekosistem. “Edukasi ini sama pentingnya dengan aksi fisik. Tanpa kesadaran, sungai akan terus menjadi korban,” tegasnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Donggala pun turun tangan, menyediakan truk untuk mengangkut hasil pembersihan. Sebuah bentuk sinergi yang membuktikan bahwa perubahan membutuhkan kolaborasi, bukan sekadar niat.
Lewat aksi ini, LPA Sinue mengingatkan kita bahwa merawat alam tak harus menunggu momentum besar. Gotong royong yang mereka tunjukkan adalah pesan diam: komunitas pecinta alam sejati bukan hanya penikmat keindahan bumi, tetapi penjaga setia warisannya.
Penulis: Ahmad
Editor: Redaksi Interkini.co




