HeadlineKomunitas

Diskusi Alumni Cipayung di Sigi Tekankan Kaderisasi dan Peran Politik Nasional

SIGI – Diskusi publik alumni organisasi ekstra mahasiswa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menegaskan kembali posisi kelompok Cipayung sebagai ruang kaderisasi yang berkelanjutan bagi aktor-aktor politik nasional, Jumat (24/4/2026) sore.

Forum yang berlangsung sekitar satu jam di Aula Desa Binangga, Kecamatan Marawola itu mempertemukan sejumlah alumni HMI, PMII, dan GMNI dalam satu ruang konsolidasi gagasan mengenai peran organisasi mahasiswa di tengah dinamika politik nasional.

Kegiatan ini digelar oleh PA GMNI Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring alumni organisasi mahasiswa di daerah.

Cipayung dan Konsolidasi Politik

Dalam forum tersebut, Wasekjen DPP PA GMNI menegaskan bahwa kelompok Cipayung memiliki posisi strategis dalam lanskap politik nasional, meski tetap berada dalam ruang kompetisi antarorganisasi.

“Kompetisi tetap ada, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan dalam kerja-kerja kebangsaan,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, Sekretaris PA GMNI Sulteng, Nasution, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi antaralumni Cipayung di Sulawesi Tengah.

Organisasi sebagai Inkubator Kader

Dalam sesi diskusi, Prof. Dr. Hamlan, M.Ag menilai organisasi mahasiswa tetap relevan sebagai pembentuk modal sosial, mulai dari kapasitas intelektual hingga jejaring sosial.

Ia menekankan bahwa kekuatan alumni tidak hanya ditentukan oleh pengalaman organisasi, tetapi juga kemampuan membangun relasi di tingkat lokal maupun nasional.

Di sisi lain, Prof. Dr. H. Saepudin Masyhuri, M.Pd.I menyoroti pentingnya integritas nilai keagamaan dan kebangsaan dalam proses kaderisasi.

Ia menyebut organisasi mahasiswa sebagai inkubator pemikiran dan karakter yang tidak boleh bersifat eksklusif, serta harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

“Semua organisasi adalah inkubator kader bangsa. Tidak boleh eksklusif,” katanya.

Kaderisasi dan Jalur Politik Formal

Pandangan lain disampaikan Dr. Robby, M.Th, yang menyoroti keterkaitan kader organisasi mahasiswa dengan lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.

Ia menilai pengalaman organisasi menjadi salah satu jalur pembentukan kapasitas kader yang kemudian masuk ke ruang-ruang strategis pemerintahan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi kelompok Cipayung dalam mendorong kader terbaik untuk berbagai agenda nasional, termasuk sektor rekrutmen aparatur sipil negara.

Arah Kesepahaman

Diskusi tersebut menghasilkan kesepahaman mengenai tiga hal utama: penguatan kaderisasi lintas organisasi, komitmen kolaborasi kelompok Cipayung, serta penanaman nilai nasionalisme religius dalam proses pembinaan kader.

Forum juga menegaskan kembali kebutuhan menyiapkan sumber daya manusia organisasi untuk menjawab kebutuhan kepemimpinan nasional ke depan.

Kegiatan ditutup pada pukul 17.50 WITA dengan pembacaan doa oleh Fathurrahman, tanpa pernyataan tambahan di luar hasil forum.

Penulis: Ahmad
Editor: Redaksi Interkini.co

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button