Ketua PKK Sigi: “Posyandu Harus Jadi Rumah Kedua Rakyat, Bukan Sekadar Tempat Timbang Anak”

INTERKINI.CO, SIGI — Suaranya tenang namun tegas. Di hadapan para kader dan warga Kecamatan Tanambulava, Siti Halwiah menegaskan makna besar di balik transformasi Posyandu: menjadikannya pusat kehidupan masyarakat desa, bukan sekadar tempat penimbangan bayi atau pemeriksaan ibu hamil.
Dalam acara peluncuran Program Penguatan Kelembagaan dan Transformasi Layanan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Lambara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu pagi (14/2/2026), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi itu menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya perluasan fungsi Posyandu sebagai simpul layanan dasar terpadu.
“Posyandu harus menjadi rumah kedua bagi rakyat. Di sana, masyarakat bisa mendapatkan edukasi, layanan kesehatan, informasi pendidikan, bahkan solusi sosial. Posyandu bukan hanya untuk ibu dan anak, tapi untuk seluruh keluarga,” tegasnya.
Menurut Siti Halwiah, arah kebijakan transformasi Posyandu telah menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan nasional, mulai dari RPJMN hingga RPJMD di level daerah.
Ia menekankan bahwa Posyandu modern harus terintegrasi dengan sektor lain seperti pendidikan, sanitasi, perumahan layak, air bersih, dan perlindungan sosial.
“Kita tidak bisa bicara kesehatan tanpa bicara kesejahteraan. Posyandu harus tumbuh menjadi simpul harapan bagi semua,” ujarnya.
Program Posyandu Enam SPM, lanjut Siti, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 membangun manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kalau Posyandu kuat, negara hadir di desa. Dari sinilah masa depan anak-anak Indonesia dimulai,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
(a6/w.in)





1 Komentar