BerandaDaerahLintas Kaltara

MUI Tarakan Gelar TOT Penyuluh: Selamatkan Generasi, Nyalakan Pelita Moral

INTERKINI.CO, TARAKAN — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) bagi tenaga penyuluh anti narkoba dan perilaku berisiko di Kantor Sekretariat MUI Kota Tarakan, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Kapasitas Penyuluh dalam Pencegahan Narkoba dan Perilaku Berisiko” dan dibuka secara resmi oleh Ketua MUI Kota Tarakan, Drs. KH. Abd Samad, Lc., M.Pd.I.

Dalam sambutannya, KH. Abd Samad menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari upaya penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkoba dan penurunan moral.

“Hari ini kita tidak hanya melaksanakan pelatihan, tetapi melaksanakan penyelamatan generasi. Narkoba dan perilaku menyimpang bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga ancaman terhadap moral bangsa,” ujarnya.

Beliau menambahkan, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada masyarakat. Karena itu, pendekatan yang digunakan harus bijak, empatik, dan penuh kasih sayang.

“Kita tidak cukup hanya menutup kegelapan, tapi juga harus menyalakan pelita. Bimbinglah mereka dengan cinta, bukan caci maki. Merangkul, bukan menghakimi,” tegasnya.

Empat Materi Pelatihan

Pelatihan TOT ini menghadirkan empat pokok materi, yakni:

  1. Bahaya narkoba dan upaya pencegahannya.

  2. Pendekatan empati dan edukasi dalam pembinaan perilaku berisiko.

  3. Dampak narkoba terhadap kesehatan dan kehidupan sosial.

  4. Memperkuat iman dan moralitas agar tercegah dari pengaruh negatif.

Melalui materi tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi penyuluh yang tidak hanya memahami bahaya narkoba dan perilaku berisiko, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang empatik, edukatif, dan membangun kepercayaan masyarakat.

Peserta dari Seluruh Kecamatan

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus MUI dari seluruh kecamatan di Kota Tarakan — Tarakan Utara, Tarakan Timur, Tarakan Tengah, dan Tarakan Barat.

Ketua Panitia, Abdul Malik, S.HI, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para peserta dan dukungan semua pihak yang terlibat.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal penguatan kapasitas penyuluh untuk turun langsung ke masyarakat, membawa pesan moral, spiritual, dan edukatif dalam pencegahan narkoba maupun perilaku berisiko,” ungkapnya.

Menjaga Moral Bangsa sebagai Bagian dari Iman

Ketua MUI Kota Tarakan juga mengingatkan pentingnya menjaga moral bangsa sebagai bagian dari keimanan.

“Menjaga moral bangsa adalah bagian dari iman. Karena bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh orang cerdas, tetapi oleh mereka yang peduli dan berakhlak,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, beriman, dan bermartabat.

(ss/in)

📢 Simak update berita menarik lainnya, ikuti Saluran WhatsApp Official kami klik di sini

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.