BerandaDaerahLintas SultengPalu & Sekitarnya

Pentingnya Sistem Peringatan Dini untuk Mitigasi Bencana Geologi di Sulteng

INTERKINI.CO, PALU — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. menekankan pentingnya penerapan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) sebagai langkah strategis dalam mengurangi risiko bencana geologi di wilayah Sulawesi Tengah.

Hal tersebut disampaikan Wagub saat memimpin Rapat Mitigasi Bencana Geologi dan Rencana Sinergi di Provinsi Sulawesi Tengah, bersama Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr. Prihatin Hadi Wijaya, S.T., M.T., di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, pada Rabu siang (29/10).

Dalam kesempatan itu, Wagub menyampaikan apresiasi kepada jajaran PVMBG atas upaya peningkatan fasilitas pemantauan aktivitas Gunung Colo di Kabupaten Tojo Unauna, yang termasuk dalam daftar gunung api aktif di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PVMBG dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di Sulawesi Tengah yang memang tergolong daerah rawan bencana. Mudah-mudahan ke depan, bapak dapat membawa lebih banyak alat untuk memperkuat sistem pemantauan di wilayah kami,” ujar Wagub Reny.

Penambahan peralatan pemantauan ini dinilai menjadi langkah konkret untuk memperkuat mitigasi bencana geologi di Sulteng, mengingat daerah ini kerap menghadapi potensi gempa, tsunami, dan gerakan tanah.

Sementara itu, Kepala PVMBG, Dr. Prihatin Hadi Wijaya, menjelaskan bahwa matra kebencanaan geologi di Indonesia kini telah berkembang dari empat menjadi sembilan jenis.

“Sebelumnya, matra kebencanaan hanya mencakup gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah. Namun kini kami menambahkan lima matra baru, yaitu amblesan tanah, semburan gas, semburan lumpur, likuefaksi, dan abrasi pantai,” terang Prihatin.

Penambahan matra tersebut didasari oleh berbagai temuan lapangan, seperti peristiwa amblesan tanah di Purwakarta dan likuefaksi di Palu, yang menunjukkan kompleksitas ancaman geologi di Indonesia.

Rapat tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju Perjanjian Kerja Sama antara PVMBG, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan perguruan tinggi, guna memperkuat sinergitas dalam mitigasi berbasis sains dan teknologi.

Kegiatan turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si, Kalak BPBD Sulteng Dr. Ir. Akris Fattah Yunus, M.M, perwakilan BMKG, akademisi Universitas Tadulako, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

(rls/in)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.