BerandaDaerahLintas SultengSigi Raya

Jalil: Kakao, Irigasi, dan Pasar Harian Bisa Jadi Jalan Kesejahteraan Masyarakat Sigi

INTERKINI.CO, SIGI — Kabupaten Sigi menyimpan potensi alam yang luar biasa. Dari kebun kakao yang melimpah, jaringan irigasi panjang, hingga sungai dan danau yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. Semua itu, menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Sigi, Jalil, S.P, bisa menjadi penggerak ekonomi lokal jika dikelola dengan baik.

“Hanya dari satu desa di Lindu saja, produksi kakao bisa mencapai ratusan ton. Bayangkan jika ditotal seluruh kecamatan. Jika dikelola lebih baik, ini bisa memberi nilai tambah bagi petani sekaligus meningkatkan PAD,” ujar Jalil.

Kakao: Potensi Besar, Nilai Tambah Tinggi

Jalil menekankan bahwa selama ini kakao Sigi dijual mentah, dalam bentuk biji kering. Padahal, jika diolah menjadi bubuk kakao, cokelat, atau bahan baku kosmetik, nilainya akan jauh lebih tinggi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pihak swasta untuk membangun fasilitas pengolahan dan memberikan pelatihan pascapanen.

“Dengan pengolahan yang tepat, kakao tidak hanya jadi komoditas ekspor, tapi juga penggerak ekonomi lokal,” tambahnya.

Irigasi dan Sungai: Peluang Budidaya Ikan

Meski Sigi tidak memiliki laut, Jalil melihat potensi besar pada jaringan irigasi dan sungai yang panjang dari hulu ke hilir. Bendungan dan danau yang ada bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Langkah-langkah yang bisa ditempuh antara lain revitalisasi kolam ikan terbengkalai, kolaborasi dengan balai sungai, serta penyediaan bibit dan pakan oleh pemerintah.

Pasar Harian: Mengurangi Perantara, Mempercepat Ekonomi

Masalah pemasaran selama ini menjadi kendala. Hasil bumi banyak dibawa ke Palu, lalu kembali dijual di Sigi melalui pedagang perantara. Jalil mendorong pembentukan pasar harian di Sigi.

“Dengan pasar harian, transaksi bisa langsung antara petani dan konsumen. Harga lebih kompetitif, PAD meningkat, dan ekonomi berputar lebih cepat,” jelasnya.

Pekarangan Rumah: Kemandirian Pangan Sederhana

Selain sektor besar, Jalil juga mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran seperti tomat, cabai, atau sayur lainnya. Hal ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Kolaborasi: Kunci Menuju Kabupaten Maju

Menurut Jalil, seluruh potensi ini hanya bisa menjadi kekuatan jika dikelola secara kolaboratif. Pemerintah daerah menyediakan regulasi dan fasilitas, DPRD mendorong kebijakan serta pengawasan, masyarakat aktif mengelola potensi lokal, dan pihak swasta membuka peluang pengolahan dan pasar ekspor.

“Kalau semua bergerak bersama dan SDM kita dikelola dengan baik, saya yakin Sigi bisa menjadi kabupaten maju di Sulawesi Tengah,” pungkas Jalil.

Diskusi ringan ini berlangsung sambil melintasi perkebunan dan lahan pertanian masyarakat di Desa Maranata, Kecamatan Sigikota, memberikan gambaran nyata tentang potensi dan tantangan di lapangan. Ide-ide Jalil bukan sekadar wacana, melainkan langkah-langkah yang bisa diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sigi secara berkelanjutan.

(a6)

Tampilkan lebih banyak

Artikel Terkait

Back to top button
error: Konten dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin tanpa izin.