Program TBQ Digencarkan untuk Tingkatkan Kompetensi Guru PAI di Tarakan

INTERKINI.CO, TARAKAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menggencarkan Program Tuntas Baca Qur’an (TBQ) untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa dan tenaga pendidik, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kepala Bidang Pendidikan Agama (Pendis) Kemenag Tarakan, Hj. Syamsiah, M.Pd, mengatakan program ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya kemampuan literasi Al-Qur’an. Survei nasional mencatat hanya 41,7 persen siswa SLTP dan SLTA yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, sedangkan pemetaan Kemenag menunjukkan hanya 42,44 persen masyarakat Muslim Indonesia yang membaca sesuai hukum tajwid.
“Melalui TBQ, kami ingin meningkatkan kompetensi guru PAI sekaligus menstandarkan pengajaran Al-Qur’an di sekolah. Targetnya, siswa dapat membaca dengan benar dan literasi Qur’ani semakin kuat,” ujar Syamsiah, Jumat (22/8/2025).
Program ini dilaksanakan melalui pelatihan tatap muka dengan metode ceramah, diskusi kelompok, praktik, hingga demonstrasi. Peserta diajarkan huruf hijaiyah, makhrajul huruf, tajwid, mad, nun mati, waqaf, serta berbagai teknik bacaan. Evaluasi rutin digunakan untuk mengukur kemampuan peserta.
Sasaran utama TBQ adalah siswa, namun guru PAI diposisikan sebagai agen penting dengan dukungan masyarakat dan orang tua. “Kami berharap melalui sosialisasi dan kick-off, kesadaran guru dan masyarakat terhadap pentingnya literasi Qur’ani semakin meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Tarakan, H. Syopyan, S.Ag., M.Pd, menegaskan bahwa TBQ merupakan program berkelanjutan berskala nasional yang juga dilaksanakan di Tarakan.
Menurutnya, kurikulum TBQ meliputi pembelajaran huruf hijaiyah, makhraj, hukum tajwid (lam qamariyah, lam syamsiyah, nun mati, tanwin, mim mati, mad, waqaf), hingga bacaan gharib dan hamzah. Indikator keberhasilan antara lain kelancaran membaca, penerapan tajwid dengan benar, serta kelulusan tes praktik minimal nilai 80.
“Dengan adanya program TBQ, kita ingin memperkuat budaya literasi Qur’ani di Tarakan dan Indonesia. Kami mengajak guru PAI, siswa, dan masyarakat bersama-sama menciptakan generasi Qur’ani yang paham, cinta, dan mampu mengamalkan Al-Qur’an,” pungkasnya.




